Lebih Berpeluang, Pilih Cari Kerja di Luar Kota

28
Ilustrasi Bursa kerja. foto: dok JPNN.com

BANJAR – Pemohon kartu kuning atau AK1 di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar meningkat sejak hari pertama kerja usai libur Lebaran.

Hal tersebut seperti diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar Ruswa Sumarna melalui Sekdis Yudi.

Yudi mengatakan pemohon kartu kuning pada hari-hari biasa hanya 15 orang. “Setelah Lebaran kemarin hampir setiap hari yang buat AK1 atau kartu kuning ada 100 orang lebih. Sampai sekarang (kemarin, Red) juga masih banyak yang bikin,” ujar dia kepada wartawan di kantornya Rabu (12/6).

Sementara berdasarkan data, sejak Januari hingga kini Juni tercatat sudah ada 1.633 pencari kerja yang membuat AK1. Kebanyakan pemohon dari lulusan SMA/SMK dan mencari kerja ke luar kota.

“Hal itu terjadi karena saudaranya sudah bekerja di luar kota sehingga mengajak sanak saudara yang lain untuk bekerja,” jelasnya.

Salah seorang pencari kerja Bayu (19) mengaku membuat kartu kuning atau AK1 untuk mencari pekerjaan di luar kota.

“Ada saudara yang ngajak cari kerja di Bandung. Jadi buat kartu kuning atau AK1,” imbuhnya. Dia mencari kerja di luar kota karena peluang mendapatkan pekerjaan lebih lebar dan cepat.

Bukan hanya AK1, usai Lebaran pun pemohon Surat Izin Mengemudi di Polres Banjar meningkat. Tercatat, mulai Senin (10/6) hingga Rabu (12/6) tak kurang dari 600 lebih pendaftar baru dan perpanjangan antre di ruang pelayanan SIM.

“Dampak dari libur panjang Idul Fitri ini. Karena memang dari pusat untuk pelayanan SIM tutup mulai Lebaran dan mulai dibuka lagi pelayanan mulai hari Senin pekan ini, berikut juga dengan pelayanan Samsat,” kata Kasatlantas Polres Banjar AKP Dadang Supriadi Rabu (12/6).

Dadang menjelaskan pendaftar didominasi pemohon perpanjangan SIM. Sebab rata-rata, dengan tekhnis sistem online saat ini pemohon yang berdomisili di luar Kota Banjar juga bisa diberikan pelayanan di Polres Banjar.

“Karena sistemnya saat ini sudah online jadi tidak ada masalah domisili di luar Kota Banjar juga tetap bisa kami layani. Untuk pelayanan perpanjangan yang paling banyak mengajukan,” katanya.

Kata dia, untuk pelayanan SIM antre tidak menjadi soal, karena tetap dilayani selama jam operasional pelayanan. Yang perlu digarisbawahi, tegas dia, masyarakat yang berniat perpanjangan atau membuat SIM harus mengurus sendiri, tidak boleh melalui calo. “Kami akan melakukan pelayanan sesuai prosedur,” katanya. (nto/cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.