PORTUGAL 1 BELANDA 0

Lebih Superior dari Messi

80
0
Gabriel Bouys / AFF JUARA. Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo mencium trofi saat merayakan kemenangan usai menundukkan tim orange Belanda dengan skor tipis 1-0 pada laga final UEFA Nations League di Stadion Dragao Porto, Senin (10/6) dini hari.

PORTO – Cristiano Ronaldo memimpin Portugal meraih trofi kedua mereka dalam tiga tahun terakhir dengan menjuarai UEFA Nations League (UNL). Pada usia yang beranjak veteran, CR7 masih lapar gelar.

Ronaldo dan rekan-rekannya menjadi kampiun perdana UNL 2018/2019 dengan mengalahkan Belanda di partai puncak, kemarin. Dalam laga di Estadio Do Dragao, juara Piala Eropa 2016 itu menang 1-0 lewat gol Goncalo Guedes menit ke-60.

Sesaat setelah melakukan selebrasi juara, sang kapten yang mencetak hat-trick di babak semifinal menegaskan ambisinya memenangkan lebih banyak trofi.

Kendati semakin banyak pemain muda yang bergabung, Ronaldo yang kini berusia 34 tahun mengatakan masih siap memimpin Portugal di turnamen mendatang.

“Saya ingin menjadi bagian dari proyek ini, karena saya dapat membantu tim nasional. Saya pikir tim nasional memiliki potensi untuk terus berkembang dan memenangkan lebih banyak trofi,” tegas Ronaldo kepada UEFA.com.

Penyerang Juventus itu sudah mengoleksi 29 gelar bersama timnas dan klub. Dibandingkan rival abadinya, Lionel Messi, ia memang kalah jumlah trofi. Hanya saja, CR7 punya dua trofi internasional sementara Messi masih nihil. Ronaldo yakin Portugal bisa terus bersaing meski ia sudah pensiun kelak.

“Tim nasional akan melanjutkan dengan atau tanpa Cristiano. Saya pikir tim memiliki potensi besar. Ada pemain muda, pemain yang selama ini akan menjadi lebih dewasa dan lebih baik,” ujarnya.

Terkait statusnya sebagai pemimpin Portugal yang memenangkan edisi pertama UEFA Nations League, eks pemain Real Madrid dan Manchester United itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaan. Baginya, ini kehormatan besar untuknya sebagai kapten.

“Banyak kebahagiaan. Memenangkan trofi ini di Portugal, bagi saya ini adalah kehormatan besar. Luar biasa. Orang-orang Portugal layak mendapatkannya. Itu bukan milik tim nasional, tetapi semua orang Portugal,” tandasnya.

Pelatih Portugal Fernando Santos menyebut gelar juara tersebut sebagai sukses bersejarah. “Terima kasih kepada para pemain atas kinerja mereka. Ini semua tentang mereka, semangat, kinerja, dan kualitas. Sangat brilian memenangkannya,” tegas Santos.

Dia berharap mereka akan terus melangkah maju. Apalagi, ada Piala Eropa 2020 yang menanti mereka. “Kami meninggalkan jejak besar di sepak bola Portugal dengan memenangkan dua trofi ini. Jika kita melihat ke belakang ke tahun 2016, beberapa pemain itu sudah tidak ada lagi di sini,” kata Santos.

Pelatih Belanda Ronald Koeman mengatakan mereka baru membangun kekuatan. “Mungkin terlalu dini bagi tim ini untuk memenangkan (trofi). Ada EURO yang akan datang. Saya sangat bangga dengan semangat tim,” ujarnya.

Kegagalan di partai puncak ini bagi sang legenda adalah pelajaran berharga bagi skuat mudanya. “Untuk bermain di final, bahkan jika Anda tidak menang, Anda membawa pengalaman. Kami sedang membuat langkah besar. Untuk membuat langkah berikutnya mungkin kita membutuhkan waktu,” ungkapnya

Pada partai final kemarin, Belanda sebenarnya tampil dominan. Hanya saja, dari segi peluang, tuan rumah jauh lebih unggul dengan 19 total tembakan berbanding lima milik Belanda. “Mereka mencetak gol dan menjadi lebih sulit karena mereka ahli mempertahankan keunggulan,” kuncinya. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.