Beranda Insiden Lecehkan Azan, Dandy Sudah Tersangka, Sukmawati Kok Belum Diperiksa?

Lecehkan Azan, Dandy Sudah Tersangka, Sukmawati Kok Belum Diperiksa?

826
BERBAGI
Sukmawati Soekarnoputri

KALIMANTAN – Polemik puisi Sukmawati Soekarnoputri terus berlanjut. Sejumlah kalangan telah melaporkan putri Bung Karno itu ke polisi.

Sukmawati dipolisikan karena dianggap menistakan agama saat membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia. Dalam puisinya, Sukmawati mengatakan suara kidung Ibu Indonesia lebih merdu dari alunan azan.

Diduga terinspirasi puisi Sukmawati, seorang pemuda di Tarakan Kalimantan Utara bernama Dandy Rahmadila juga menghina suara azan di media sosial Facebook.

Ia membuat status dengan menyebut “suara penyanyi Jaran Goyang lebih merdu daripada suara azanmu”. Postingan Dandy dikecam sejumlah netizen hingga berujung ke polisi.

Nasib Dandy tak sebaik Sukmawati. Dandy ditangkap hanya sehari setelah postingannya itu. Sementara Sukmawati tetap melenggang bebas meski dikecam ribuan orang dan dilaporkan ke polisi. Namun, hingga kini Sukmawati tak kunjung diperiksa.

BACA JUGA: Dandy Sebut Penyanyi Jaran Goyang Lebih Merdu Daripada Azan

Kapolres Tarakan AKBP Dearstone Supit melalui Kasat Reskrim AKP Chairul Yusuf mengatakan, akun Facebook dengan nama Dandy Rahmadila ditangkap dan ditetakan sebagai tersangka pada Kamis (5/4).

“Sudah ditetapkan tersangka karena sudah ada laporan dan bukti-bukti yang kuat,” ujar Dearstone Supit, seperti dilansir prokal, Senin (9/4/2018).

Menurut dia, pemilik akun Dandy Rahmadila terancam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 6 tahun penjara.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tarakan telah membuat laporan kepada pihak kepolisian, kemarin, sekira pukul 09.00 Wita. MUI menilai, status Dandy diduga mengandung unsur penistaan agama.

“Kami tetap proses hukum, karena yang seperti ini dapat memancing kemarahan umat Islam, meresahkan masyarakat dan tentunya pasti sangat mengganggu kerukunan umat beragama di Kota Tarakan,” ungkap Sekertaris Umum MUI Tarakan Ilham Nor.

Diwartakan sebelumnya, status Facebook Dandy Rahmadila yang dibuat pada 5 April pukul 22.00, itu mendapat banyak kecaman dari warganet. Ia dianggap melecehkan Islam dengan membandingkan lagu Jaran Goyang dengan suara azan.

“Suara penyanyi jaran goyang lebih merdu daripada suara azanmu,” tulis Dandy.

Pada status berikutnya, Dandy kemudian menjelaskan bahwa yang dia maksud adalah manusia sekarang lebih senang dengar lagu ketimbang azan.

“Makanya bos di baca baik2.. Inilah indonesia dengan congor asal jeplak.. Suara penanyi jaran goyang lebih merdu dari suara azanmu.. Yang artinya manusia sekarang lebih senang mendengarkan lagu daripada mendengarkan panggilan ibadah ke masjid,” tulisnya pada Jumat (6/4) pagi.

(*/ade/fen/iza/k8/prokal/pojoksatu)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.