Korban Kini Masih Terbaring di RSUD

Lemparan Batu Mengenai Mulut Erul

87
TERBARING. Erul Sudarno masih terbaring di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya pasca menjadi korban pelemparan batu Selasa (19/2).RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Korban aksi pelemparan batu di Jalan Ir Djuanda Minggu (17/2) dini hari, Erul Sudarno (34) masih terbaring di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Selasa (19/2). Saat ini korban belum mendapat penanganan intensif, sebab kondisinya tak mendukung.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soekardjo Budi Trimadi mengatakan luka Erul di bagian luarnya tidak tergolong parah. Hanya lecet-lecet saja dan dinilai tidak berakibat fatal.

“Kalau wajahnya hanya lecet-lecet saja,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Akan tetapi, kata dia, ada luka yang cukup serius di dalam rongga mulutnya. Sampai kemarin dokter belum bisa memeriksa bagian dalam secara intensif karena korban masih kesakitan. “Karena untuk memeriksa bagian dalam mulut kan harus dibuka cukup lebar,” tuturnya.

Ada pun penindakan yang dilakukan, tambah Budi, hanya sebatas penanganan luar dan pemberian obat. Diharapkan luka yang ada di dalam mulutnya tidak begitu parah. “Kita lihat nanti hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Untuk kesadaran korban, pihaknya menilai tergolong baik karena hanya bagian mulut yang mengalami luka. Sejauh ini tidak ada bagian lain yang mengalami luka cukup parah. “Kalau sampai ada jaringan otak yang kena, baru bisa kritis,” tuturnya.

Sementara itu, Erul masih terbaring di ranjang rumah sakit. Meskipun dalam kondisi lemas, warga Ka­walu itu masih bisa diajak berkomunikasi.

Kepada Radar, Erul mengaku hanya mengingat kaca mobil yang dikemudikan dilempar batu oleh orang tak dikenal seukuran kepalan tangan.

Batu tersebut, kata dia, mengenai mulutnya. Akan tetapi dia tidak begitu ingat ada berapa pengendara motor yang berpapasan. “Ada sekitar dua atau tiga motor, yang jelas boncengan,” terangan.

Menurutnya, untuk biaya penanganan medis Erul memang sudah ditanggung Jamkesda. Namun yang menjadi masalah Erul merupakan kepala keluarga.

“Sementara dalam kondisi seperti ini (sakit, Red), tidak ada yang mencari nafkah. Istri saya enggak kerja, ibu rumah tangga biasa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengatakan kepolisian belum mendapat laporan secara formal dari korban (pelemparan batu, Red). Akan tetapi anggotanya sudah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Anggota (Reskrim) sudah mendatangi lokasi dan memeriksa saksi-saksi,” ungkapnya kepada Radar, Senin (18/2).

Sejauh ini, kata Febry, pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap siapa pelakunya. Diharapkan pihak korban segera melakukan laporan guna mendukung informasi yang dibutuhkan petugas. “Kita akan melakukan pengungkapan, tidak akan kita biarkan,” terangnya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.