Leuwi Kanjeng Dalem, Wisata Tersembunyi di Garut

255
0
SUSUR SUNGAI. Bupati Garut Rudy Gunawan beserta rombongan mencoba wisata Leuwi Kanjeng Daleum di aliran Sungai Cisanggiri, perbatasan Kecamatan Cibalong dan Kecamatan Cisompet. Diskominfo Garut untuk Rakyat Garut

CIBALONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut resmi membuka wisata air baru, tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Cibalong dan Cisompet.

Objek wisata ini bernama Leuwi Kanjeng Dalem. Objek wisata tersebut menyuguhkan petualangan menyusuri Sungai Leuwi Dalem.

Baca juga : Sehari, PA Garut Tangani 30 Kasus Perceraian

Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan objek wisata Leuwi Kanjeng Dalem memiliki potensi wisata luar biasa. Saat ini keberadaannya masih tersembunyi, sehingga belum banyak diketahui masyarakat, terutama wisatawan dari luar kota.

“Saat ini baru wisatawan lokal saja yang banyak mengunjungi objek wisata ini, dari luar kota belum,” ujar Rudy kepada wartawan, Sabtu (5/9).

Menurut dia, pembukaan objek wisata tersebut, salah satu upaya Pemkab Garut untuk mengenalkan objek wisata alam kepada wisatawan.

Peresmian objek wisata itu merupakan kelanjutan dari program pengembangan wisata alam Leuwi Tonjong di Kecamatan Cihurip yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata sebagai wisata tersembunyi.

“Ini adalah kelanjutan wisata Leuwi Tonjong yang ada di Kecamatan Cihurip yang meraih juara kedua sebagai Surga Tersembunyi tingkat nasional tahun 2018, ini kami namakan obyek wisata alam Leuwi Daleum,” katanya.

Ia menyampaikan wisata air Leuwi Kanjeng Daleum memiliki kualitas air jernih dengan sumber air dari Sungai Cisanggiri.

Selain menikmati sepanjang aliran sungai, kata Rudy, pengunjung juga dapat menikmati langsung hasil pertanian di sekitar wisata, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan yang bisa dipetik untuk dinikmati langsung di kebun.

“Ada buah-buahan segar yang bisa dipetik langsung, kami juga akan membuat pusat perkebunan buah-buahan Kabupaten Garut seluas 3 hektare,” terangnya.

Ia mengungkapkan, saat ini lokasi wisata air itu masih minim infrastruktur. Kondisi jalan belum bagus, termasuk akses jembatan untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Pemkab Garut, kata Bupati, secepatnya akan membuat jalan baru menuju objek wisata Leuwi Daleum dan akan membangun jembatan sepanjang 16 meter pada tahun anggaran 2021.

“Insya Allah tahun 2021 akhir tempat ini bisa dinikmati oleh seluruh wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri yang datang ke Kabupaten Garut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Budi Gan Gan bercerita asal-usul nama Leuwi Kanjeng Daleum.

Konon pada zaman dulu seorang daleum sedang mencari sumber mata air di sekitar selatan untuk kahuripan masyarakat sekitar.

Tanpa sengaja Kanjeng Daleum sampai di suatu tempat yang belum pernah didatangi siapa pun. Sambil beristirahat, Kanjeng Daleum termenung melihat keindahan leuwi tersebut.

Ia terus mengingat-ingat membayangkan perasaannya pernah datang ke lokasi ini, namun ia lupa kapan pertama datang.

Setelah sekian lama termenung, ia baru ingat, ternyata dulu bermimpi pernah ke tempat tersebut, maka tidak heran bila Kanjeng Daleum sangat hapal keadaan di sekitar.

Baca juga : Siswa Kurang Mampu di Garut Dapat Bantuan HP, Laptop..

“Maka pada saat beliau datang ke tempat itu seperti ada yang menuntun, dimana sepanjang perjalan tidak ada kejadian yang aneh dan sangat lancar seperti orang yang pernah ke sana.

Melihat kejadian ini maka oleh para hulubalang dan prajuritnya menceritakan kepada masyarakat maka tersiarlah lokasi ini dinamakan masyarakat Leuwi Kanjeng Daleum,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.