Lewat Platform Digital, Zakat Naik Tajam

58
0
Loading...

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sudah menghitung total penghimpunan zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) selama bulan Ramadan.

Hasilnya ada kenaikan mencapai Rp 20 miliar lebih. Pembayaran zakat melalui platform atau kanal digital mengalami kenaikan yang signfikan.

Direktur Utama (Dirut) Baznas Arifin Purwakananta menuturkan total penghimpunan ZIS oleh Baznas pusat selama Ramadan tahun ini (1440 H) mencapai Rp73,85 miliar.

Raihan ini meningkat sekitar Rp20 miliar atau 39,3 persen dibandingkan tahun lalu. “Raihan selama Ramadan tahun lalu Rp53 miliar,” katanya, kemarin (9/6).

Dia lantas menjelaskan pengumpulan ZIS melalui retail masih mendominasi yakni sebesar 42 persen. Kemudian dari unit pengumpul zakat (UPZ) tercatat ada 25 persen. Lalu dari zakat perusahan dan CSR sebesar 15 persen, serta 18 persen pengumpulan melalui platform digital.

Menurut Arifin pembayaran ZIS melalui platform digital naik hampir lipat tiga dibandingkan tahun lalu. “Dikarenakan memang ada kampanye pembayaran zakat secara digital yang masif,” jelas dia.

Selain itu banyak muzakki atau orang yang wajib membayar zakat merasa lebih gampang membayar zakat melalui aplikasi Baznas maupun mitra lainnya.

Loading...

Arifin mengatakan untuk pembayaran zakat fitrah naik pesat di platform mitra seperti Tokopedia, Kitabisa, dan Bukalapak.

Kemudian untuk pembayaran zakat mall banyak yang menggunakan aplikasi Kitabisa, website Baznas, serta Bukalapak.

Sampai saat ini sudah banyak aplikasi pembayaran digital yang digandeng Baznas untuk pembayaran zakat. Selain yang disebutkan tadi juga ada OVO, Dana, Link Aja, serta yang lainnya.

Arifin memperkirakan pada 2020 nanti, proporsi pembayaran ZIS melalui kanal digital bisa mencapai 30 persen dari total pengumpulan Baznas pusat.

Selain itu Arifin juga ingin memperluas pemanfaatan platform digital. Tidak hanya untuk pembayaran zakat saja. Tetapi juga untuk penyaluran atau pendistribusian zakat. Misalnya ada mustahik atau orang yang berhak menerima zakat, menerima manfaat zakat dengan skema beasiswa pendidikan.

Nah uang beasiswa tersebut bisa disalurkan melalui platform digital. Dengan demikian proses pendistribusian zakat bisa semakin cepat dan transparan. Secara umum Arifin menuturkan kenaikan perolehan zakat tahun ini merupakan bukti semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada Baznas.

Ya, seiring perkembangan teknologi, pembayaran zakat kini bisa dilakukan secara online, lebih spesifik via e-Commerce. Bahkan, bayar zakat lewat e-Commerce telah menjadi tren karena memudahkan masyarakat.

Metode pembayaran zakat secara online memudahkan para wajib zakat (Muzakki) dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, mengingat pelayanan pembayaran zakat dilakukan lewat beberapa jenis pembayaran seperti internet banking, e-money, virtual account, EDC, dan tentunya e-Commerce.

Menurut survei yang dilakukan penghimpun donasi Rumah Zakat, pergeseran tren pembayaran zakat ke online terjadi sejak 2015.

Dari metode pembayaran zakat yang biasanya dengan cara konvensional (tatap muka), kini masyarakat lebih memilih membayar zakat secara online.

Pada 2016, 75 persen dari Rp230 miliar zakat yang berhasil dikumpulkan, didapat dari donasi dan zakat online. Salah satu platform e-Commerce yang dipercaya menjadi wadah penyalur zakat adalah Elevenia.

Tercatat, Elevenia menjadi saluran pengumpul sedekah oleh Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa sejak 2015.

Kini, elevenia mengalami peningkatan jumlah mitra lembaga donasi hingga tujuh lembaga. Tak cuma Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa, ada lima lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Quran, Aksi Cepat Tanggap (ACT), SOS Children’s Villages Indonesia, dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH). (wan/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.