Libur Natal dan Tahun Baru, Pendaki Gunung Ciremai Meningkat

41
CEK PERLENGKAPAN: Para pendaki dari luar kota melapor di Pos Palutungan sebelum mendaki Gunung Ciremai.

KUNINGAN – Libur panjang Natal kali ini banyak dimanfaatkan para traveler memilih menghabiskan waktu liburan mereka dengan melakukan pendakian ke Gunung Ciremai.

Seperti terpantau di jalur pendakian Palutungan, sejak lima hari terakhir ini banyak didatangi para pendaki dari berbagai daerah. Puncaknya pada Sabtu (22/12), tercatat hampir 300 pendaki mendaftar di pos pendakian gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.

“Ada peningkatan sejak lima hari terakhir ini. Jika hari libur biasa ada sekitar 100 pendaki yang masuk lewat Palutungan, sekarang lebih dari 200 yang masuk,” ujar petugas jaga Pos I Palutungan Baron kepada Radar, kemarin (25/12).

Menurut Baron, sudah menjadi kebiasaan jumlah pendaki Gunung Ciremai mengalami peningkatan setiap libur panjang seperti sekarang.

Namun, kata dia, jumlah tersebut akan lebih meningkat lagi pada saat menjelang tahun baru nanti hingga mencapai 1.000 orang lebih.

“Peningkatan jumlah pendaki libur Natal kali ini masih terbilang normal. Sebagian besar adalah pendaki dari luar daerah seperti Jakarta, Bandung, Bogor dan lainnya,” ujar Baron.

Terkait kondisi cuaca yang kini masih musim hujan dengan intensitas curah hujan cukup tinggi, Baron mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi kemungkinan buruk dialami para pendaki.

Selain melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelengkapan para pendaki, pihaknya juga telah bekerjasama dengan para relawan dari sekitar Gunung Ciremai membentuk tim Ranger yang siap memandu dan memberikan bantuan kepada para pendaki.

“Di jalur pendakian Palutungan semua pos dijaga oleh anggota Ranger kami. Mereka akan siap memberikan bantuan ataupun petunjuk tentang medan yang akan dilalui pendaki,” kata Baron.

Sebelum melakukan pendakian, para pendaki juga diingatkan terkait persiapan perbekalan dan hal-hal yang dilarang saat pendakian.

Mereka diminta untuk berhati-hati dan  turut menjaga kelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah, menyisakan api pembakaran atau menyalakan kembang api yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan sekalipun saat ini musim hujan.

“Kami selalu mengingatkan kepada para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan melengkapi peralatan mendaki seperti tenda, baju hangat, mantel hujan dan makanan-minuman. Saat terjadi hujan, disarankan untuk istirahat buka tenda dan baru melanjutkan perjalanan saat kondisi cuaca sudah aman,” ujarnya. (fik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.