Libur Panjang di Kota Tasik Rawan Penularan Covid-19

103
0

CIHIDEUNG – Cuti libur bersama berpotensi meningkatkan kerawanan penularan Covid-19 di Kota Tasikmalaya menjadi lebih meningkat. Cuti bersama yang berlaku sejak Rabu (28/10) ini bisa menjadi waktu bagi warga untuk merelaksasi diri.

Sudah menjadi tradisi, libur panjang identik dengan berlibur dan meningkatkan mobilitas warga di banding hari-hari biasa.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat yang khawatir terjadi lonjakan kasus pasca libur panjang. Karena kerumunan-kerumunan warga bisa lebih banyak terjadi. “Bisa itu di tempat wisata atau di tempat-tempat tertentu lainnya,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (29/10).

Pihaknya berencana melakukan rapid test ke kawasan-kawasan yang dianggap rawan. Namun hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja karena banyak yang perlu dipertimbangkan. “Baru rencana, belum ada keputusan jadi atau tidaknya,” katanya.

Baca juga : Kasus Positif Corona di Kota Tasik Kembali Nambah 3 Orang, Ini Totalnya..

Pasalnya, dr Uus menyadari Satgas bukan hanya fokus dalam persoalan kesehatan saja. Sehingga langkah yang dilakukan perlu perencanaan dan persiapan yang benar-benar matang.

“Karena sekarang kan ada dua penanganan, kesehatan dan pemulihan ekonomi,” terangnya.

Jika memang tidak memungkinkan, dr Uus meminta kepada para pengelola tempat untuk menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Bukan hanya pariwisata, tapi juga kawasan perdagangan dan tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian lainnya.

“Masing-masing pengelola kan sekarang rata-rata sudah punya satgas sendiri, kita harap itu digerakkan secara maksimal,” tuturnya.

Masyarakat yang bepergian ke luar pun diminta untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini demi meminimalisir potensi penularan Covid-19. “Setidaknya pakai masker, 80% tergolong aman,” katanya.

Setidaknya, tidak ada lonjakan pasien positif pasca libur panjang selesai. Karena saat ini peningkatan kasus di Kota Tasikmalaya sudah mulai lebih bisa ditekan. “Sekarang pun penambahan hanya beberapa orang, masih cukup terkendali,” ujarnya.

Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, sampai Kamis pagi tercatat ada 416 kasus positif. Ada penambahan dua pasien baru, namun di sisi lain ada 22 orang yang dinyatakan sembuh.

Ada pun pasien yang masih aktif tercatat ada 112 orang dan menjalani proses karantina. Sebagian besar pasien pun tergolong tanpa gejala. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.