Libur Sekolah 2 Minggu Bukan untuk Piknik, Guru di Kota Tasik Wajib Pantau Siswa

213
0

TASIK – Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menyatakan, libur sekolah selama 14 hari harus dimanfaatkan siswa untuk menambah kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan umum ataupun peningkatan pendidikan karakter. Jangan sampai menjadi ajang berlibur atau mengunjungi tempat keramaian.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos mengimbau kepala sekolah dan guru selalu memonitor pembelajaran lewat online atau digital dan memastikan siswa tetap belajar di rumah. Hal ini, sebagai tindakan preventif dunia pendidikan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita kan sedang memutus perkembangan virus corona, makanya siswa harus betul-betul belajar di rumah selama 14 hari ini, tidak diperkenankan untuk keluar rumah kalau tidak perlu,” katanya.

Baca Juga : UBK Tasikmalaya Juara 1 Voli Tingkat Nasional

Pihaknya sudah melakukan arahan kepada pengawas sekolah, agar terus memantau kepala sekolah dan guru kelas dalam melakukan pembelajaran online atau digital yang efektif dan inovatif.

“Sewaktu-waktu saya akan memonitor beberapa sekolah, namun kita pun sudah mengutus pengawas sekolah untuk memastikan pembelajaran di rumah berjalan efektif dan inovatif,” ujarnya.

Ia pun meminta orang tua untuk memiliki pemahaman yang sama dalam upaya mencegah penularan virus corona sesuai dengan surat edaran pemerintah. Dalam edaran tersebut disebutkan bahwa siswa harus melakukan pembelajaran di rumah baik ilmu pengetahuan umum maupun penguatan karakter, misalnya mengaji ataupun menghafalkan surat-surat Juz 30.

Loading...

“Orang tua harus mengarahkan anak untuk belajar setiap harinya dan mengaji,” katanya.

Senada, Kepala SDN 2 Manangga Bungursari Cucu Juriah SPd SD juga mendorong orang tua untuk membimbing anaknya belajar di rumah dengan baik dan efektif. Terlebih guru sudah memberikan pekerjaan rumah (PR).

Maka tugas orang tua, salah satunya mendokumentasikan anaknya sedang belajar di rumah lewat grup WhatsApp kepada guru kelasnya masing-masing.

“Guru memantau lewat WhatsApp dengan kerja sama orang tua. Cara mendokumentasikan foto anaknya sedang belajar di rumah,” katanya.

Baca Juga : SMKN 2 Tasik Raih Juara 3 Kompetisi IoT

Jadi, sambungnya, selama 14 hari tersebut siswa sebenarnya tidak libur belajar. Tetap belajar, tapi di rumah masing-masing.
Selain membimbing anak untuk belajar, orang tua juga dapat mengajar pendidikan karakter, seperti selalu mengajak anak beribadah.

Ketua Umum Forum Huffazhil Qur’an (FHQ) Ustaz Agus Yosep Abdulloh MPdI menyatakan dalam memanfaatkan pelaksanaan belajar di rumah selama 14 hari ini, bisa diisi dengan mengaji di rumahnya masing-masing. Tentunya dengan pengawasan orang tua dan lembaganya lewat jarak jauh atau secara digital.

“Siswa dapat melaksanakan kegiatan mengaji, berdoa qunut nazilah, berwudhu, perbanyak istigfar untuk keselamatan bangsa dan negara dari wabah Covid-19,” harapnya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.