Lifeguard Pangandaran Ikut Sertifikasi

139
0
PARIPURNA. Pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pangandaran dalam Rapat Paripurna mengenai KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2019. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
PARIPURNA. Pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pangandaran dalam Rapat Paripurna mengenai KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2019. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Sebanyak 48 orang lifeguard atau penjaga pantai di Kabupaten Pangandaran mengikuti sertifikasi uji kompetensi sektor pariwisata bidang kepemanduan keselamatan tirta.

Assessor Bidang Penyelamatan Wisata Tirta Lembaga Sertifikasi Profesi Pramuwisata Indonesia (LSP Pramindo) Asep Kusdinar mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Satgas Balawista Pangandaran, Kementrian Pariwisata RI, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan LSP Pramindo.

Sertifikasi ini dilakukan sebagai bentuk standarisasi kemampuan para petugas pemandu penyelamat dalam melakukan tugas.

“Ini juga bertujuan meyakinkan masyarakat bahwasanya kemampuan para pemandu keselamatan, tidak bisa diragukan lagi,” ujarnya kepada Radar, Selasa (23/7).

Menurutnya, peserta yang ikut uji kompetensi ini sudah memiliki sertifikat dasar sebagai lifeguard. “Tidak hanya lifeguard dari Pangandaran yang mengikuti uji kompetensi ini, tetapi ada juga yang dari Pantai Karapyak dan Ciwayang, harapan kita sih ke depan bisa mengundang dari destinasi lain,” jelasnya.

Lanjut dia, sertifikasi uji kompetensi ini sudah diakui oleh 10 negara di benua asia, jadi tidak hanya di tingkat nasional. “Jadi standarisasi kita sudah tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam uji kompetensi para lifeguard harus mengikuti tes lisan, tulis, simulasi dan demonstrasi. “Dalam uji kompetensi ini, simulasi yang dilakukan adalah tindakan dalam melakukan penyelamatan, tetapi dilakukan hanya sepintas saja,” tutur dia.

Sertifikasi uji kompetensi ini, kata dia, sudah dilakukan di beberapa tempat seperti di Pandeglang Banten, Pelabuhan Ratu Sukabumi dan terakhir di Pangandaran.

“Mudah-mudahan saja kita bisa melaksanakan di daerah yang memiliki wisata tirta. Kita punya kuota sebanyak 200 orang untuk kegiatan ini” jelas dia.

Asep berharap para wisatawan tidak akan ragu lagi untuk mengunjungi objek wisata di Pangandaran, karena para lifeguard sudah memiliki kompetensi yang mumpuni. “Balawista Pangandaran memiliki penyelamat yang tangguh,” tegasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.