Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.2%

3.2%

0.3%

6.1%

0%

1.1%

0%

Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Ciamis, Lima Kali Dipukul di Perut

949
0
MENGANIAYA ANAK TIRI. Tersangka ADR memeragakan adegan saat memukul perut anak tirinya, Alvin Putra Samsyulbahri (3,5 tahun). Adegan tersebut diperagakan ADR saat rekonstruksi di Polres Ciamis Senin (18/11). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Polres Ciamis mere­kons­truksi kasus pembunuhan balita, Alvin Putra Samsyulbahri (3,5 tahun) oleh ayah tirinya, ADR (25). Rekonstruksi dilakukan di halaman Polres Ciamis Senin (18/11) pukul 13.00.

Tersangka ADR memeragakan 22 adegan. Mulai pertemuan dengan istri dan anak tirinya sampai Alvin meninggal dunia.

ADR membawa Alvin menggunakan sepeda motor. Anak tirinya itu dibawa di bagian depan motor. Pada adegan 11, Alvin menangis. Adegan berikutnya, Alvin diturunkan oleh ayah tirinya itu di jalan sepi dekat sawah dan jembatan. ADR lalu pura-pura meninggalkan anak tirinya itu. Namun, tangisan Alvin semakin kencang. ADR lalu kembali mengambil Alvin. Di adegan 14, dia memukul perut anak tirinya itu sebanyak 5 kali. Kemudian ADR menampar pipi kiri satu kali dan kanan sekali. Saat menampar Alvin, di tangan kanan ADR ada cincin besi.

Penganiayaan ADR terhadap Alvin terus berlanjut. Di adegan 16, dia memukul kening korban saat berdiri hingga terjatuh ke aspal. Itu yang menyebabkan korban sampai meninggal dunia. Korban Alvin meninggal di RS Jasa Kartini.

“Kami ketahui bahwa hasil otopsinya bagian perut dan kepala (Alvin) yang terluka, hingga menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Risqi Akbar SIK usai rekonstruksi kemarin.

Menurut Kasat, rekonstruksi dilakukan guna melengkapi berkas -berkas ke Kejaksaan Negeri Ciamis. Tidak lama lagi, berkas kasus tersebut akan dilimpahkan ke kejaksaan kemudian dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

“Untuk tersangka tetap kita kenakan Undang-Undang perlindungan anak No 35 tahun 2014 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

Tersangka ADR mengaku bertobat atas tindakan yang telah dilakukannya kepada Alvin. Di dalam tahanan, dia mengaku terus berdoa dan sering membaca Alquran. “Semoga tobatnya bisa diterima Allah SWT dan saya sekarang lebih mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya usai rekonstruksi.

Dia mengaku sering dibesuk orang tua­nya. Ayah dan ibunya, kata ADR, sudah menerima kenyataan anaknya ditahan.

Namun dia bingung justru saat sudah keluar nanti: apakah kembali ke kampung atau menghindar. Karena dia takut oleh massa di kampungnya.

“Namun ya gimana nanti saja pa, namun yang penting sekarang saya memas­rahkan diri kepada Allah,” paparnya.

ADR mengaku sangat menyesali perbuatannya hingga anak tirinya meninggal.

Dia saat itu benar-benar tidak kontrol karena dalam pengaruh alkohol. “Intinya saya akan ber­tanggung jawab atas perbuatan yang saya lakukan,” tandasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.