Limbah Masker Jangan Dibuang Sembarangan, Ini Kata LH Kabupaten Tasik

37
0
Loading...

SINGAPARNA – Di tengah pandemi Covid-19, sampah atau limbah masker cukup mendominasi di tempat pembuangan sampah. Karena, perlengkapan kesehatan itu menjadi hal wajib saat ini untuk mencegah penularan Covid-19.

“Sekarang masker menjadi alat pelindung diri paling utama di tengah pandemi Covid-19. Namun, di balik itu semua terdapat potensi masalah yang baru, yakni tata kelola pembuangan masker,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Endang Sahrudin kepada Radar, Senin (22/2/2021)

Endang mengungkapkan, pengelolaan sampah masker ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada pemilahan khusus untuk masker, karena tidak diketahui ada virus atau bakteri apa saja yang menempel di sana, dan bisa membahayakan kesehatan manusia.

Sampah masker termasuk dalam kategori limbah B3 yang tidak bisa diolah secara mandiri. Oleh karena itu, perlu penanganan khusus dari petugas yang memang berkompeten menangani limbah tersebut.

“Sekarang banyak masyarakat yang membuang sampah masker disatukan dengan sampah domestik. Seharusnya di pisah, karena memang cukup bahaya bagi kesehatan. Saya minta kepada masyarakat, kalau bisa sampah masker dipisah dengan sampah domestik,” ucapnya.

loading...

Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang sembarangan membuang limbah masker. Padahal masker setelah digunakan seharusnya dikumpulkan di kantong plastik terpisah. Selain itu mendapatkan metode pembuangan berbeda dibandingkan limbah rumah tangga lainnya.

Terlebih, saat ini sedang pandemi Covid-19. Masyarakat wajib mengenakan masker saat beraktivitas di ruang publik. Hal ini berbanding lurus dengan produksi limbah masker yang juga meningkat. Sehingga tidak mungkin mengandalkan petugas pengambil sampah untuk memisahkannya kembali.

Maka dari itu, pihaknya meminta masyarakat memisahkan sendiri sampah masker tersebut, khususnya untuk yang sedang menjalani isolasi mandiri karena Covid-19. Pasalnya itu berpotensi menular melalui limbah masker. “Kasihan yang bertugas di lapangan,” ujarnya.

“Pemisahan tersebut membuat pengambil sampah lebih aman dalam mengambil sam­pah, sehingga kalau bisa sebelum diangkut oleh petugas, sampah masker di­pisahkan terlebih dahulu,” kata dia. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.