Limbah Medis di Bekas Kantor P2P Kabupaten Tasik Ternyata Bukan Limbah Medis, Tapi Sisa Obat

338
0
TEMUAN. DPD LPLHI Kota Tasikmalaya menemukan tumpukan limbah B3 medis di bekas Kantor Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
TEMUAN. DPD LPLHI Kota Tasikmalaya menemukan tumpukan limbah B3 medis di bekas Kantor Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

SINGAPARNA – Menindaklanjuti temuan limbah obat dan bekas peralatan medis oleh Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia Kawasan Laut Hutan dan Industri (LPLHI-KLHI) Kota Tasikmalaya, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya akan segera dimusnahkan dengan bantuan pihak ketiga.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan LPLHI-KLHI Kota Tasikmalaya atas limbah medis B3 di Cilembang.

“Kita sudah kerja sama dengan PT Jasa Medifes untuk pengangkutan dan pemusnahan limbah yang dianggap limbah medis B3 tersebut,” terang Atang kepada Radar, Senin (16/3).

Baja Juga : Banyak Limbah Medis di Bekas Kantor, LPLHI Kota Tasik Laporkan Dinkes Kabupaten Tasik

Adapun soal temuan yang dianggap limbah medis B3 tersebut, jelas Atang, atas sepengetahuannya itu sebenarnya bukan limbah medis atau B3. Hanya sisa obat-obatan dan alat medis yang belum terbuang saat kantor belum masih di wilayah Kota Tasik.

“Sepengetahuan kami, kalau limbah itu dibuang sengaja jadi sisa-sisa bahan kimia medis yang dibuang sembarangan. Kalau obat-obat dan bekas alat medis ini memang dulu tempatnya di ruangan tersebut namun belum sempat dibuang,” tegas dia.

Atang menceritakan bahwa sejak kepindahan kantor ke kompleks perkantoran Gedung Bupati (Gebu) di Singaparna tahun 2013 lalu, tempat tersebut ditempati seorang warga ibu-ibu bernama Imas.

Lalu warga tersebut pindah dan tidak tahu ke mana.

“Katanya akan dibersihkan dan dirawat tempat tersebut, jadi bukan kita membuang limbah tersebut. Jadi sisa obat yang tidak ke angkut, jadi bukan sengaja dibuang oleh DKPP dan menjadi limbah hingga sekarang,” jelas dia.

Walaupun seperti itu, lanjut dia, DKPP Kabupaten Tasikmalaya akan bertanggung jawab dan bekerja sama dengan PT Jasa Medifes untuk mengangkut dan memusnahkannya walaupun itu bukan limbah medis B3, hanya sisa obat dulu.

“Kami juga akan berkoordinasi dan bertemu dengan pihak Dinkes Kota Tasikmalaya termasuk UPT Puskesmas Cilembang untuk membicarakannya. Bahkan kita juga dengan LPLHI-KLHI sudah bertemu dan bicara bersama, namun belum ditindaklanjuti pembersihan obat tersebut,” papar dia.

Baja Juga : Pemkab Tasik Siapkan 20 Ruang Isolasi, 9 WNA Diobservasi

Atang pun mewakili DKPP Kabupaten Tasikmalaya meminta maaf kepada masyarakat Kota Tasikmalaya atas terganggunya dengan keberadaan yang dianggap limbah medis dan berterima kasih kepada LPLHI yang telah melaporkannya. Pada intinya akan ditindaklanjuti untuk dibereskan.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes saat dimintai konfirmasi hanya menjawab bahwa kewenangan tersebut ada di Bidang P2P.

“Ke Kabid P2P ya, intinya mudah-mudahan tidak berkepanjangan yang penting mau ditindaklanjuti. Memang sudah lama ditarik sebetulnya, sudah tidak ada,” singkatnya usai menghadiri video conference di Setda Kabupaten Tasikmalaya sambil tergesa-gesa, kemarin. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.