Limbah Medis Masih Jadi Catatan

49
AKREDITASI. Puskesmas Pangandaran sudah terakreditasi paripurna, namun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki salah satunya soal penanganan limbah medis. (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PARIGI – Puskesmas Pangandaran mendapatkan akreditasi paripurna dari hasil verifikasi tahun 2018. Capaian tersebut tetap menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Pangandaran, salah satunya soal penanganan limbah medis.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran AA Sukmadi mengatakan dalam akreditasi sebuah puskesmas, ada 770 elemen penilaian diantaranya administrasi, dokumen, sarana prasarana, tata graha dan lain-lain.

”Termasuk kalau masalah pengelolaan limbah medis masuk kedalam elemen keselamatan lingkungan,” tuturnya kepada Radar, Senin (11/2).

Ia tidak menampik saat ini di Puskesmas Pangandaran belum ada penampungan medis yang memenuhi standar.

”Tapi kita tidak diwajibkan melakukan pengelolaan limbah medis sampai tuntas, kita hanya sampai pada penampungan sementara saja. Jadi kita juga ada keterbatasan dari segi aturan, untuk penampungan memang belum memenuhi standar, namun kita mengusahakan menyimpan medis jauh dari jangkauan masyarakat,” katanya.

Namun, lanjut dia, dengan adanya akreditasi tersebut, akan didorong untuk membangun sebuah penampungan yang lebih besar dan memenuhi standar. Nantinya sampah medis itu bisa ditampung dengan baik. ”Memang belum maksimal, tapi kita akan upayakan ke arah sana,” tuturnya.

Untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), lanjut dia, di Puskesmas Pangadaran sudah tersedia. ”Untuk pengelolaan limbah cairnya sudah baik, tapi memang untuk pengelolaan limbah medis masih belum maksimal,” terangnya.

Menurutnya, dalam penilaian akreditasi sebuah puskesmas, jika masih ditemukan beberapa kekurangan seperti pengelolaan limbah medis, hal itu tidak akan jadi masalah selama ada komitmen dan jaminan dari kepala dinas, terutama kepala daerah untuk memperbaikinya dalam tiga tahun kedepan.

”Bahkan jika ada komitmen seperti itu bisa jadi niliai, bukan toleransi tapi tahapan,” ucapnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.