Lingkar Utara Kota Tasik Dikebut untuk Exit Tol, Juli 2020 Lelang Tol Cigatas

9541
0

KOTA TASIK – Kelanjutan pembangunan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) yang telah diprogramkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kembali dilanjut, usai beberapa bulan terhenti karena pandemi Covid-19.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, proses lelang Tol Cigatas tersebut akan dilakukan pemerintah pusat pada Juli ini.

Hal itu dibenarkan Wali Kota Tasik, Budi Budiman.

Bahkan, kata Budi, Selasa (30/06) pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat soal tol yang jadi sangat diidam-idamkan warga Kota Tasik itu.

Dalam pertemuan itu, dia juga membahas soal jalur Lingkar Utara.

“Kesiapan Kota Tasik untuk kelanjutan pengerjaan Tol Cigatas telah dikoordinasikan. Kebetulan saya kemarin bertemu Dirjen Kementerian PUPR dan membahas soal tol dan Lingkar Utara,” ujar Budi, Rabu (01/07).

Terang Budi yang ditemui di Mapolresta Tasik usai mengikuti syukuran HUT Bhayangkara ke-74, dalam pertemuan itu pihak Pemkot Tasik berharap pembangunan Lingkar Utara tuntas sebelum jalur tol beres dibangun.

“Dan kami sampaikan kaitan dengan usulan kami serta dukungan kami untuk Lingkar Utara yang tak lepas dari jalan tol. Karena Tol Cigatas ini jika selesai maka exit tolnya itu di Tasik dan jangan sampai Lingkar Utara saat itu belum tuntas pembangunannya,” terangnya.

Mengapa demikian, karena Budi tak berharap terjadi penumpukkan kendaraan di wilayah perkotaan ketika semua kendaraan menuju jalur Jawa keluar di Kota Tasik.

Karena jika Lingkar Utara tuntas maka kendaraan tujuan ke Jawa bisa melanjutkan perjalannnya tanpa harus melewati wilayah perkotaan, seperti ke Pancasila, Simpang Lima dan lain sebagainya.

“Dapat dibayangkan kalau Lingkar Utara belum selesai. Jangan sampai nanti beban kendaraan tujuan ke Jawa semua keluar di Tasik. Dan nanti Kementerian PUPR akan kolaborasi dengan Provinsi Jawa Barat,” bebernya.

Apalagi, jelas Budi, anggaran penuntasan pembangunan Jalan Lingkar Utara cukup besar, sekitar Rp 155 miliar dengan panjang jembatan 170 meter.

Detail Engineering Design (DED)-nya hingga kini sedang dibuat pihak Pemprov Jabar.

“Tol itu lelangnya kewenangan di pusat, di Badan Pengelolaan Jalan Tol. Nanti kami dukung semua kebutuhan pemerintah pusat untuk sosialisasi dan edukasi ke masyarakat soal tol. Kalau Lingkar Utara selesai itu nanti kendaraan keluar tol di Tasik bisa langsung ke Ciamis. Jadi tak menumpuk di jalur perkotaan,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.