Lingkungan dan Perkembangan Ekonomi Kabupaten Tasikmalaya

578
9

Oleh, Ahmad Tazzaka Bonanza (AKA)

Pembangunan dapat dikatakan sebagai suatu proses yang arahnya menuju sesuatu yang lebih baik.

Dalam hal ini, pembangunan hakikatnya merupakan suatu proses perubahan yang meliputi sistem sosial secara keseluruhan seperti; politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan, dan budaya.

Pembangunan sebagai proses perubahan mengindikasikan adanya upaya yang terencana secara matang. Pembangunan akan semakin menunjukkan hasil yang positif jika implementasi upaya pembangunannya didasari atau ditopang oleh perencanaan dan perancangan yang matang melalui suatu pembentukan rancangan konseptual yang memadai.

Salah satu sektor atau sistem yang sering dikonsentrasikan dalam pembangunan adalah sektor atau sistem ekonomi.

Namun dalam hal ini, pola integrasi sosial, budaya lokal, dan lingkungan perlu diperhatikan agar tidak terjadi polarisasi baru yang menciptakan jarak yang lebar antara masyarakat berpendapatan rendah dengan masyarakat berpendapatan tinggi.

Loading...

Serta menciptakan timbal balik negatif antara kemajuan ekonomi dengan kesehatan alam sekitar atau lingkungan.

AKA dalam satu kesempatan wawancara.

Padahal sesungguhnya berdasarkan sejarah, antara budaya, pendapatan, lembaga, dan lingkungan telah melakukan interaksi yang saling menguntungkan dengan mendorong individu dalam masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi melalui pola pikir yang arif.

Berkenaan dengan hal di atas, pada proses pembangunan ekonomi biasanya lingkungan menjadi salah satu “pihak yang dirugikan.”

Eksploitasi-eksploitasi alam yang “membabi buta” seringkali dilakukan hanya untuk meningkatkan perekonomian di suatu daerah.

Eksploitasi alam tersebut biasanya dilakukan dengan cara alih fungsi lingkungan dengan tidak memperhitungkan efek-efek negatif pada lingkungan.

Ahmad Tazzaka Bonanza alias AKA sebagai kaum muda milenial sangat memperhatikan hal-hal di atas pada sepak terjangnya dalam pembangunan ekonomi di kabupaten Tasikmalaya.

Hal ini tercermin dari pengembangan lahan-lahan bekas tambang pasir besi di pantai Cipatujah yang disulapnya menjadi Tambak Udang Qini Vaname yang saat ini telah menapaki kesuksesan dan berdampak kemajuan ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya.

Kenyataan ini dapat dikatakan sebagai kearifan AKA dalam merancang pembangunan ekonomi dengan tidak mengenyampingkan aspek-aspek yang ikut terlibat di dalamnya, yakni sosial, budaya, dan lingkungan.

Berbekal ide dari gurunya (Syekh Muhammad Fathurahman), AKA mengelola daerah atau tempat bekas tambang pasir untuk dijadikan tambak udang Qini Vaname.

Pada proses pengembangannya, AKA melibatkan masyarakat sekitar dan santri-santri dari Pondok Pesantren Tarekat Al-Idrisiyyah.

Tambak udang yang tepatnya terletak di Kampung Bubulang Desa Ciheuras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat ini pada awalnya memiliki modal 1 miliar rupiah dengan luas awal seluas 2,5 hektare.

Berdasarkan beberapa catatan jurnalistik, pada tahun 2016 tambak udang yang mempekerjakan sekitar 20 orang masyarakat sekitar dan sejumlah santri sebagai tenaga ahli, telah menghasilkan panen sebanyak 6 ton lebih tiap bulannya yang dipasarkan pada pasar nasional dan internasional.

Pencapaian di atas kini telah berkembang lagi. Pada saat ini, portofolio aset Tambak Udang Qini Vaname telah memiliki area tambak seluas 10 hektare yang terbagi ke dalam 30 buah kolam.

Pencapaian ini disebabkan keuletan AKA sebagai salah satu pengelola tambak untuk terus berupaya mengembangkan kualitas hasil produk.

Salah satu upaya AKA dalam mengembangkan tambak udang Qini Vaname ialah dengan melakukan kerja sama dengan Hinomaru Sangyo Co.Ltd, sebuah perusahaan berbasis di Hiroshima Jepang yang memiliki produk berteknologi dalam pengendalian air limbah tambak udang.

Melalui kerja sama tersebut, pada hari sabtu 7 Desember 2019 telah dilakukan pengujian terhadap produk “Chelate Marine” untuk kali kedua oleh Mr.

Tetsuo Tamura di air limbah tambak udang Qini Vaname, sekaligus mengevaluasi pengujian pertama beberapa waktu yang lalu.

Pengujian akan terus dilakukan dengan harapan agar kualitas air tetap terjaga dan mengurangi intensitas penggantian air baru sehingga pertumbuhan udangpun baik, selain itu dapat menekan cost operasional tambak yang berasal dari seringnya proses purifikasi air limbah.

Bentuk kerja sama ini membuktikan bahwa pengelolaan tambak udang di Qini Vaname oleh AKA sangat memperhatikan keberlangsungan sumber daya alam dengan cara memaksimalkan teknologi.

Sehingga dampak dari pemaksimalan teknologi ini dapat menekan penggunaan air untuk keberlangsungan pengelolaan tambak udang.

Pengembangan pengelolaan tambak udang Qini Vaname tidak hanya berhenti sampai di sana.

AKA berinisiasi untuk mengembangkan Qini Plant sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan hasil produksi udang.

Untuk mensukseskan hal ini, AKA beserta pengelola lainnya berinisiatif untuk memanfaatkan support dari Bank Indonesia, Aruna Indonesia dan Minal Indonesia dengan melaksanakan pelatihan selama lima hari, dari tanggal 1-5 Maret 2020, di Pesantren Idrisiyyah dan Pabrik pengolahan udang Qini Plant.

Fakta-fakta empiris di atas hanyalah secuil bentuk kearifan dan kecerdasan AKA sebagai perwakilan kaum muda yang berkreasi untuk memajukan masyarakat Tasikmalaya, khususnya Kabupaten Tasikmalaya.

AKA dengan sangat arif memaksimalkan potensi lingkungan, teknologi, dan lembaga lain yang konsen di bidang perkembangan perekonomian masyarakat untuk membangun Kabupaten Tasikmalaya yang diasumsikan berdampak positif pada pengembangan perekonomian Indonesia.

Bentuk kearifan lain AKA terhadap lingkungan, ialah AKA menginisisasi gerakan Komunitas Raksa Lembur yang beraktivitas dalam bidang lingkungan.

Seperti dilansir dari Ayotasik.com pada tanggal 24 Agustus 2019, Komunitas Raksa Lembur yang mempunyai tema Ngahiji Ngaraksa Lemah Cai itu merupakan komunitas yang digagas oleh sejumlah pemuda pada bulan Agustus 2018 lalu dan konsen terhadap isu lingkungan.

Program pertamanya yakni membersihkan aliran sungai Cigelem.

Terhadap aksi ini, Aka mengaku mendukung gerakan Raksa Lembur karena banyaknya persamaan, terutama pada bidang pemberdayaan masyarakat.

“BMT Idrisiyyah dengan semangat pemberdayaan dan konsep pendampingan nya sejalan dengan raksa lembur yg juga memberdayakan masyarakat khususnya terkait lingkungan.”

Dukungan Aka ini tidak hanya berhenti sampai di sana. AKA melalui BMT Idrisiyyah membuka Bank Sampah Berkah (BSB) Tasikmalaya.

Melalui BSB ini, selain pengeloaan sampah juga ada memperdayaan ekonomi masyarakat.

“Ke depan kita akan banyak bersinergi dengan berbagai gerakan dan organisasi lainnya untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik lagi,” papar Aka.

Aka yang saat ini menjabat Ketua Umum Raksa Lembur juga sudah menggaungkan komunitas yang fokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ke seluruh Jawa Barat.

Semangat-semangat yang ditunjukan AKA inilah yang sangat diperlukan oleh kaum-kaum muda milenial lainnya.

Agaknya tidaklah berlebihan jika AKA dijadikan figur bagi kaum muda yang tidak takut “beraksi” demi kemajuan bangsa dan negara. Sebab, kalau bukan AKA, siapa lagi?

(*)

Loading...
loading...

9 KOMENTAR

  1. Sudah tidak asing lagi melihat pergerakan sosok yang muda ini, nyantri, matri, ngahijikeun, sauyunan.
    Alhamdulillah milenial bergerak menunjukan dedikasi kepeduliaan nya buat balarea,
    tidak akan rugi memberikan dukungan dari kaum milineal dan sahabat semua, demi untuk membuka lebar gerbang perjuangan selanjutnya.

  2. Alhamdulillah, muda dan berbakat semoga kiprah dan kemanfaatannya jauh kebih besar lagi, terutama untuk Kabupaten Tasikmalya sbagai Kota Santri

  3. Sungguh program dan pergerakan yang luar biasa, Tokoh muda yang pas untuk era zaman milenial kini, semoga semakin banyak program yang dapat kita perjuangkan bersama dalam membangun perekonomian dan kepedulian terhadap lingkungan terutama untuk Kabupaten Tasikmalaya

  4. Salah satu Berliannya Tasikmalaya ini mah 😍
    Sangat Berprestasi dan sering dpt penghargaan Tingkat Nasional.
    Mantap surantap jiwa.. Saatnya Tasikmalaya memberi kesempatan kepada Kaum Milenial ..
    Salam!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.