LOCKDOWN Warga Satu RW di Siluman Kota Banjar, Ada Klaster Hajatan

82
0
LOCKDOWN. Akses Jalan masuk ke Lingkungan Siluman Kelurahan PurwaharjaKecamatan Purwaharja ditutup karena sedang memberlakukan lockdown skala lokal kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
LOCKDOWN. Akses Jalan masuk ke Lingkungan Siluman Kelurahan PurwaharjaKecamatan Purwaharja ditutup karena sedang memberlakukan lockdown skala lokal kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR– Salah satu RW di Lingkungan Siluman Kelurahan PurwaharjaKecamatan Purwaharjamelakukanlockdown lokal selama 14 hari kedepan. Kebijakan itu diambildampak dari bertambahnya angka kasus pasien positif Covid-19 dari klaster hajatan (pernikahan).

Ketua RW 11 Aam Amijaya mengatakan lockdown skala lokal berdasarkan instruksi langsung Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih, lantaran banyak warga di satu RW (terdapat dua RT) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster hajatan.

”Lockdown skala lokal dilaksanakan selama dua minggu atau 14 hari kedepan, dimulai sejak kemarin (Sabtu, Red),” kata dia kepada wartawan, Minggu (10/1).

Dikatakan dia, lockdown skala lokal atau penutupan akses tersebut dilakukan agar masyarakat dari RW tersebut tidak keluar rumah. Dan warga dari luar agar tidak masuk ke Lingkungan RW.

Hal ini, kata dia, untuk mencegah dan mengantisipasi penularan atau penyebaran wabah Covid-19.“Hampir semua akses jalan masuk ke lingkungan RW 11 ditutup,” tandasnya.

Loading...

Baca juga : BTT Covid-19 di Kota Banjar Tak Jelas & Tak Punya Dasar Aturan

Diakuinya, selama masyarakat isolasi mandiri dirumah tentu pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka harus terpenuhi. Ini yang saat ini masih terkendala. Dia berharap ada solusi dari pemerintah atau Satgas Penanganan Covid-19.

Terpisah, Lurah Purwaharja Ferry Angga menambahkan lockdown skala lokal tersebut untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat dalam memutus penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi.

“Warga yang melakukan isolasi mandiri dirumah ada sekitar 20 lebih. Lockdown skala lokal ini berlangsung 10 sampai 14 hari kedepan,” jelasnya.

Kata dia, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari atau logistik bagi warga yang melakukan isolasi mandiri, pihaknya akan berupaya koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota, Baznas, Jabar Bergerak (Jaber) serta potensi lokal dilingkungan setempat.

Rencananya, Senin (hari ini) baru akan dilakukan pendistribusian logistik dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Dengan harapan selama menjalani isolasi mereka tidak perlu keluar rumah sebelum dinyatakan sehat dan kondisi aman.

”Adanya lockdown skala lokal atau pembatasan aktivitas masyarakat ini bisa menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar Edi Herdianto SSos menyatakan meningkatnya pasien positif Covid-19 dari klaster hajatan mengharuskan mereka melakukan isolasi mandiri dan lockdown lokal.

“Namun untuk aturannya (Kepwal, Red) pembentukan tim edukasi dan evakuasi pasien terkonfirmasi positif yang didalamnya mengatur isolasi mandiri dirumah masih menunggu ditandatangani Wali Kota,” ujarnya.

Kata dia, selama warga menjalani isolasi mandiri dirumah perlu pemantauan yang dilakukan oleh petugas dan nakes. Selain itu, mereka pun tidak boleh keluar rumah selama isolasi mandiri, dan tidak menerima tamu terlebih dulu tetap didalam rumah serta jauh dari keluarga.

“Mereka yang isolasi harus benar-benar, dan tidak boleh kontak dengan keluarga. Misal satu rumah, menjamin pasien tetap berada di dalam kamar dan tidak keluar rumah sampai sembuh. Karena sebenarnya bisa sembuh sendiri, asal imunnya kuat,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.