Lokasi Kojengkang Masih Sementara

386
0
PASAR MINGGUAN. Pedagang Pasar Kojengkang berjualan di samping lapangan tenis Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya kemarin (25/12).

Asep : Dilarang Jualan di Pinggir Jalan
Para pedagang Pasar Kojengkang diminta mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk tetap berjualan di belakang Gedung Gelanggang Generasi Muda (GGM).
Tahun 2016 lalu, kojengkang yang biasa berjualan di area sport center Dadaha dipindahkan ke lahan seluas 6.743 meter persegi dan mampu menampung 780 lapak. Lahan baru tersebut diisi pedagang dan warga setempat yang ingin ikut serta berjualan. Sebagai salah satu bentuk simbiosis mutualisme, karena Dadaha yang merupakan teritorial Kelurahan Nagarawangi.
Saat itu, Perkumpulan Pedagang Wisata Kojengkang Dadaha (PPWKD) melakukan pengundian nomor urut untuk bisa menampung seluruh anggota PPWKD berjumlah 1.200. Dari seluruh anggota PPWKD, baru sekitar 800-an pedagang yang sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Sehingga menjadi prioritas untuk masuk di kuota yang disediakan pemerintah di lokasi baru yakni 780 lapak.
Plt Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Drs Asep Maman Permana MSi menjelaskan, payung hukum direlokasinya pedagang kojengkang ke belakang GMM, masih menggunakan Perda Ketertiban Umum No 11 Tahun 2009.
“Dan untuk lokasi yang digunakan pedagang kojengkang saat ini, merupakan tempat sementara, tidak permanen. Karena dalam DED, lokasi tersebut akan digunakan untuk membangun sekretariat-sekretariat organisasi,” jelasnya.
Asep juga menuturkan pihaknya menghimbau agar pedagang kojengkang tidak kembali ke lokasi lama atau berjualan di luar area yang sudah ditentukan, seperti di pinggir jalan.
“Setelah pemindahan dulu tahun 2016, kita tetap melakukan pembinaan dan pengawasan. Kalau ada yang berjualan di luar lokasi kita minta untuk pindah ke lokasi, tidak boleh lagi berjualan di luar lokasi yang ditentukan. Bahkan kami dari Satpol PP sudah menjadwalkan hari Minggu ini akan melakukan pengecekan ke lokasi kojengkang,” jelasnya.
Berdasarkan aturan pedagang kojengkang hanya diperbolehkan berjualan setiap hari Minggu dari pukul 05.00 WIB sampai dengan Pukul 10.00 WIB dan ada kelonggaran waktu sampai Pukul 11.00 WIB.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Andi Warsandi SE, meminta agar Satpol PP lebih tegas, apabila masih ada PKL maupun kojengkang yang melanggar aturan.
“Sekarang ini pemerintah harus lebih tegas, kalau ada PKL atau pedagang yang kojengkang yang melanggar ya disanksi saja. Apalagi yang pindah ke tempat yang sudah steril harus dilarang saja. Kemudian lakukan pengontrolan secara rutin dan jangan bosan untuk mengingatkan,” tegasnya.
Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menuturkan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk berupaya melayani hak warganya, salah satunya dengan menata dan mengembalikan fungsi Dadaha sebagai lokasi Sport Center  dan lahan terbuka hijau.
Selain itu, Ia pun menyampaikan bahwa pemerintah cukup mengerti dengan jiwa wirausaha warga Kota Tasikmalaya, sehingga keberadaan  pedagang kojengkang Dadaha tidak digusur maupun dilarang untuk berjualan, namun mereka hanya direlokasi ke lahan baru yang lokasinya tidak begitu jauh dengan lokasi tempat mereka biasa berjualan.
Walikota menitipkan agar jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya bisa bersinergi dengan pengurus PKL Kojengkang dalam menciptakan suasana Dadaha yang nyaman sebagai lokasi pusat olahraga serta lahan terbuka hijau sehingga aktifitas warga yang akan berolah raga maupun yang ingin sekedar menikmati suasana santai dengan keluarga di area lahan terbuka hijau Dadaha tidak akan terganggu dengan keberadaan pedagang kojengkang. Bahkan ia berharap keberadaan kojengkang ini bisa dijadikan alternatif wisata belanja mingguan di Kota Tasikmalaya yang mampu memberikan andil bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tasikmlaya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.