Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%
1 Kolombia vs Paraguay 0

Lolos ke Perempat Final, Misi Kolombia Komplet

12
0
twitter SELEBRASI. Pemarin Kolombia melakukan selebrasi usai mengalahkan Paraguay dan berhasil lolos ke perempat final Copa America 2019, kemarin.

SALVADOR – Kolombia menyelesaikan fase grup Copa America 2019 dengan poin sembilan. Misi mereka komplet setelah mengalahkan Paraguay dalam laga pemungkas Grup B, kemarin.

Petani Kopi–julukan Timnas Kolombia–menyapu bersih seluruh pertandingan grup mereka dengan mengalahkan Paraguay di Stadion Fonte Nova, Salvador. Gol semata wayang Los Cafeteros dilesakkan Gustavo Cuellar di menit ke-31.

Dengan sembilan poin ini, James Rodriguez dan kawan-kawan unggul lima poin di atas tim runner-up Grup B, Argentina. Meski begitu, lawan yang menunggu tetap tidak akan mudah. Sebagai juara grup, Kolombia akan menghadapi runner-up grup C yang kemungkinan adalah juara bertahan Cile atau kolektor gelar terbanyak Copa America, Uruguay.

Namun, Pelatih Kolombia, Carlos Queiroz, tak mempermasalahkan soal lawan. Dia hanya meributkan Video Asisten Wasit (VAR). Bagi sang pelatih, penggunaan VAR membingungkan dan ia percaya penonton tidak menyukainya.

Kedongkolan Queiroz lantaran gol mereka yang dianulir di menit ke-69 dan klaim penalti yang tidak diberikan saat injury time babak kedua. Sang mentor percaya bahwa selama pertandingan Kolombia dan Paraguay keputusan yang dibuat oleh wasit untuk penggunaan teknologi menyebabkan kebingungan.

“Masyarakat tidak menyukainya, percaya bahwa itu tidak digunakan dengan baik dan membingungkan. VAR adalah anak kecil dan Anda harus membiarkannya belajar berjalan,” ketusnya di deportes.canalrcn.com.

Queiroz menegaskan, ia bukan penentang VAR. Hanya saja, penggunaannya harus benar-benar bagus. “Dalam hidup saya sebagai pelatih, saya percaya bahwa bantuan teknologi sangat penting untuk sepak bola. Akan tetapi, saya tahu bahwa ada konsep yang berbeda karena sepak bola juga permainan pendapat,” tegasnya.

Sedangkan Paraguay mengakui kekalahan mereka. Pelatih Paraguay, Eduardo Berizzo, mengatakan bahwa mereka kesulitan mengembangkan permainan karena kalah lapangan tengah. “Lini tengah Kolombia adalah kuncinya. Kami tidak dapat menemukan celah yang baik di antara garis,” jelas Berizzo seperti dikutip dari AS.

Karena kekalahan ini, Paraguay hanya bisa berharap Jepang dan Ekuador bermain imbang. Jika seri, mereka akan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Sebaliknya, kalau ada salah satu dari Jepang atau Ekuador yang menang, Paraguay yang mengoleksi poin dua akan tersingkir.

“Kami membuat kesalahan. Di babak kedua kami membaik. Hasilnya, tidak memberi hadiah kepada mereka. Ada beberapa hal di Copa Amrica yang kami lakukan dengan baik. Pertandingan hari ini melawan lawan yang sangat baik di level individu dan kolektif,” jelasnya. (amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.