Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia di GK Kota Tasik, Jurinya Kelas Internasional

225
0

KOTA TASIK – Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), Bode Riswandi mengatakan, Lomba Baca Puisi Antarmaster se-Indonesia di Gedung Kesenian Kota Tasik (GKKT) telah resmi dibuka Rabu (11/12).

Lomba ini adalah sebuah inovasi dari DKKT yang menjadi salah satu programnya.

“Ada kekhususan dalam lomba baca puisi ini. salah satu syaratnya yakni setiap peserta pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat apa pun, baik juara I, II, atau III,” katanya kepada radartasikmalaya.com usai pembukaan.

Terang dia, untuk administrasinya peserta sendiri tidaklah sulit yakni hanya menyerahkan bukti juara berupa sertifikat atau piagam atau surat penyerahan pernah menjuarai lomba baca puisi sebelumnya.

“Untuk juara lombanya bebas, baik juara tingkat kecamatan RT dan lainnya. yang lebih penting tanda buktinya bahwa pernah menjadi juara,” Terang Bode.

Beber dia, lomba Antarmaster Se-Indonesia ini, kali pertama yang diadakan di Indonesia bahkan dunia dan mengharuskan pesertanya pernah menjuarai lomba baca puisi.

Loading...

“Lomba ini direncanakan menjadi agenda 2 tahunan DKKT, terlepas berbeda kepengurusan DKKT selanjutnya,” bebernya.

Tambah dia, Lomba Baca Puisi Antarmaster ini juga sebagai wadah edukasi dan apresiasi bagi masyarakat, khususnya warga Tasikmalaya.

Pun bagi orang yang pernah ikut kejuaraan lomba baca puisi, namun belum pernah meraih juara.

“Karena nantinya akan banyak suguhan gaya membaca puisi dengan kekhasan dan karakteristik daerah masing-masing, sebab pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.

Para juri, jelas Bode, berasal dari luar Jawa Barat, supaya objektivitasnya terjaga, meski juri dari Tasikmalaya pun objektif.

Selain itu, ada salah seorang juri yang merupakan pembaca puisi kelas internasional.

“Namun karena event-nya nasional, maka kita memilih juri dari luar (Jawa Barat). Salah satunya yang pernah menjuarai lomba baca puisi tingkat dunia, yaitu Jose Rizal Manua (jawara puisi tingkat internasional), Putufajar Racana dan Hamdy Salad. Para pembaca puisi pasti tahu,” jelasnya.

Sekadar diketahui, peserta lomba ini berasal dari Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Jakarta, Purwakarta, Bekasi, Ciamis, Pontianak, Bali, Berebes, Banjarmasin, Sumenep, Banten, Sleman, Temanggung, Sidoarjo, Bojonegoro, Surabaya, Lampung, Jepara, Majalengka, Jawa Tengah, Makasar, Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Tengah, Sumatra dan Pontianak.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpora) Kota Tasik, Endang Rusmana menuturkan, perlombaan baca puisi sangat mengapresiasi kepada gedung kesenian agar bisa menumbuh kembangkan kemajuan kebudayaan melalui indek pembangunan dan semangat generasi muda.

“Ini suatu kebanggan untuk membangkitkan para generasi muda supaya tetap semangat, dan bisa meningkatkan kebudayaan terutama pendidikan. Lomba baca puisi antarmaster ini tentu menjadi wadah terutama para generasi muda, agar mereka dapat mengetahui master cara membacakan puisinya,” tuturnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.