Longsor Batu, Jalan Cikajang Garut Tertutup

218
0
Istimewa LONGSOR. Material longsor berupa batu besar hampir menutupi seluruh badan Jalan Cikajang-Pameungpeuk.

CIKAJANG – Tebing batu yang berada di Jalan Cikajang-Pameungpeuk tepatnya di Kampung Sodong Desa Kramatwangi Kecamatan Cikajang longsor, Selasa (25/2) siang.

Akibat kejadian longsor ini, jalur provinsi ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Hal itu karena material longsor berupa batu besar hampir menutupi seluruh badan jalan.

Baca juga : PNS Garut Kecewakan Bupati, Tunjangan Dinaikan IPM Malah Turun

“Iya benar kejadiannya pukul 15.50, sekarang jalur tidak bisa dilalui kendaraan karena terhalang batu besar,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Tubagus Agus Sofyan kepada wartawan Selasa (25/2).

Menurut dia, saat ini petugas dan masyarakat terus melakukan pembersihan material longsor,  supaya kendaraan khususnya roda dua bisa melewati jalan Cikajang-Pameungpeuk ini.

“Motor sekarang masih bisa melintas. Tapi harus hati-hati karena batu besar menutup jalan tersebut,” ujarnya.

Tubagus menerang­an, kejadian longsor ini akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cikajang sejak siang. Akibatnya batu besar ambruk. “Kami bersama PUPR dan kecamatan sedang menanggulangi longsor batu tersebut. Alat berat juga sudah dikerahkan ke sana,” katanya.

Di musim hujan, lanjutnya, Jalan Cikajang-Pameungpeuk jadi salah satu daerah rawan bencana. Pemkab telah menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi longsor di wilayah tersebut.

“Pengendara harus selalu waspada saat melintas Jalan Pameungpeuk. Sering terjadi longsor apalagi jika intensitas hujan tinggi,” ujarnya.

Terpisah,  Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Asep Nugraha mengatakan,  kondisi jalan Cikajang-Pameungpeuk ini saat ini memang belum bisa dilintasi kendaraan roda empat dari dua arah,  karena tertutup batu besar.

Saat ini,  alat berat masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk mengeruk batu besar tersebut.

“Diperkirakan hari ini (25/2) sudah bisa dilintasi lagi kendaraan. Anggota kami sudah ada di lokasi untuk mengatur lalu lintas,” paparnya.

Sementara itu,  Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, memasuki musim hujan ini,  memang wilayah Garut ini rawan terjadi bencana banjir dan longsor, khususnya di wilayah selatan.

Dengan tingginya kerawanan bencana di wilayah selatan Garut ini,  maka dirinya berencana berkantor di Garut bagian selatan yang pada musim hujan ini. “Kayaknya saya harus ngantor di sana (KecamatanTelegong, Cisewu) untuk beberapa hari,” ujarnya.

Rencana ngantor di selatan ini,  kata dia, dilakukan supaya penanganan korban bencana ini bisa cepat. Seperti penanganan longsor di Kecamatan Talegong beberapa waktu yang lalu, sedikitnya harus ada 1.000 rumah yang harus dipindahkan.

Hanya saja karena keterbatasan anggaran mungkin tidak bakal semua bisa dipindahkan dalam jangka waktu dekat.  “Jadi kalau (Bupati) ngantor (sementara) di Talegong sama Cisewu kita langsung bisa eksekusi,” katanya.

Pihaknya juga masih memikirkan akan dipindahkan ke mana nantinya. Selain keterbatasan anggaran juga Pemda masih memikirkan bagaimana agar warga di daerah rawan bencana bisa terselamatkan. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.