Longsor di Malangbong, Garut Putuskan Jalur Kereta Api Selatan Jawa

323
0
RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG KAWASAN LONGSOR. Lokasi longsor di jalur kereta antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy di KM 255+7/8 Kabupaten Garut, Kamis (23/11).

Tadi Malam, Evakuasi Longsoran Terkendala Hujan

Akibat longsoran di wilayah Malangbong Kabupaten Garut, jalur kereta api (KA) Selatan Jawa samapai tadi malam pukul 22.00 masih belum bisa dilalui.

Manajer Humas PT KAI Daop II Bandung Joni Martinus menjelaskan lumpuhnya Jalur Selatan KA tidak serta merta membuat operasional kereta berhenti. Pihaknya memberlakukan jalur berputar melalui wilayah utara.
“Tidak ada yang distop, kami menggunakan pola operasi memutar,” ungkapnya saat dihubungi Radar, tadi malam.
Tadi malam, Jalur Selatan sudah berupaya kembali digunakan. PT KAI menganalisa material longsor tinggal sedikit lagi dan diprediksikan pukul 19.30 selesai. Namun demikian hujan turun. Di lokasi longsor, tanah tebing kembali terkikis. Itu membuat jalur masih lumpuh sampai pukul 22.00. “Di lokasi kan hujan, tanah ditebingnya turun lagi,” ujarnya.
Untuk penumpang yang sudah membeli tiket, pihak PT KAI akan mengembalikan biaya penuh jika memilih untuk membatalkan keberangkatan. “Untuk yang membatalkan perjalanan uang dikembalikan 100%,” katanya.
Padahal, Jalur Selatan sudah mulai dioperasionalkan kembali sejak tadi malam menggunakan rute biasa. Karena material longsoran di Garut yang belum tuntas teratasi, mengakibatkan kereta di jalur selatan harus tertahan di sejumlah stasiun, karena menunggu jalur bisa dilalui.
“Kereta sudah mendekat, tinggal menunggu jalur bisa dilalui saja,” ungkapnya.
Sore harinya, salah satu penumpang di Stasiun Tasikmalaya Suprapto hanya bisa harap-harap cemas menunggu kereta Kahuripan untuk bisa pulang ke Kediri. Dia sudah datang ke stasiun sejak pukul 16.00 karena khawatir ketinggalan kereta. “Enggak tahu ada longsor, jadi nunggu dulu aja karena mau balik ke saudara lumayan jauh di Salopa,” ujarnya.
Bencana longsor telah memutus jalur kereta antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundey di KM 255+7/8 di Garut. Longsoran terjadi sepanjang kurang lebih 40 meter dengan ketinggian timbunan antara 5 meter sampai 7 meter.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/11), sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat kejadian tersebut jalur KA dari Tasikmalaya menuju Bandung dan sebaliknya tidak bisa dilewati KA.
“Langkah-langkah yang dilakukan adalah melaksanakan evakuasi penumpang bus sebanyak 15 unit untuk penumpang KA Argo wilis, KA Pasundan dan KA serayu,” katanya kepada Radar Bandung (Grup Radar Tasikmalaya) Kamis (23/11).
Selanjutnya, untuk penanganan lokasi longsor diperkirakan membutuhkan waktu 24 jam. Pasalnya, longsor terjadi di sepuluh titik. “Dua titik di sebelah timur sudah dievakuasi dan sebelah barat stasiun, delapan titik dalam proses penanganan,” terangnya.
Dedi menyebut, saat ini sedang dilakukan penanganan lokasi longsor oleh PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaaapian dengan menggunakan alat berat.
Selain longsoran, proses evakuasi mendapat kendala setelah beberapa tiang listrik dan persinyalan KA roboh. “Kami berupaya agar penanganan lokasi longsor, sekaligus melakukan pemantauan secara intensif di lokasi kejadian,” terangnya.
Meski mengalami kendala, namun KA menuju selatan Jawa dan Surabaya tidak ada pembatalan karena pola operasi KA berubah menggunakan Jalur Cikampek-Cirebon-Purwokerto.
“Tidak ada korban jiwa, alhamdulillah,” ujarnya.
Terpisah, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia, Daerah Operasi II Bandung, Joni Martinus pun mengonfirmasi kejadian itu.
“Kami mohon maaf pada para pengguna jasa kereta atas terganggunya perjalanan kereta karena ada longsor di antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy,” kata dia.
Joni mengatakan, ada tiga kereta api menuju Bandung yang kini terpaksa tertahan di sejumlah stasiun karena kejadian itu, yakni Kereta Argo Wilis, Pasundan, dan Serayu yang tengah menuju Bandung. PT Kereta Api memutuskan mengalihkan perjalanan kereta itu via bis untuk meneruskan perjalanan menuju Bandung. (rga/bbb/rb/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.