Longsor Terjang Sukahening dan Parungponteng Kabupaten Tasik

276
0
radartasikmalaya.com
Longsor di Sukahening Kabupaten Tasik menimbun persawahan dan kolam ikan, dan mengancam dua rumah yang ada di atasnya dengan longsor susulan. diki setiawan/ radartaasikmalaya.com

PARUNGPONTENG – Hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (21/10) malam hingga Kamis (22/10) dinihari menyebabkan bencana longsor di dua kecamatan Sukahening dan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya.

Longsor menyebabkan tebing setinggi 30 meter di Desa Kudadepa Kecamatan Sukahening menutupi areal persawahan, kolam ikan milik warga dan dua rumah terancam amblas terbawa longsor.

Longsor juga terjadi di Desa Karyabakti Kecamatan Parungponteng menyebabkan akses jalan kecamatan tertutup material longsor sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

Ketua Forum Komunikasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya mengatakan, longsor yang terjadi di Kecamatan Sukahening, disebabkan oleh hujan Rabu (21/10) malam yang mengguyur wilayah tersebut.

Menurut dia, tebing yang longsor tekstur tanahnya memang labil dan bertanah merah sehingga mudah terjadi longsor ketika terjadi hujan besar.

Setelah menerima laporan masyarakat Tagana langsung mengecek ke lokasi, Kamis (22/10) pagi.

“Tebing yang longsor setinggi 30 meter, material longsor menutupi lahan persawahan dan kolam ikan warga. Termasuk dua rumah yang berada diatas tebing terancam dan rawan longsor susulan,” terang Jembar, kepada Radar.

Dia menambahkan, Tagana sendiri terus memantau perkembangan longsor yang terjadi di Kecamatan Sukahening.

Bahkan petugas dari Tagana stand by bersiaga di lokasi khawatir longsor susulan. Sementara warga diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Pemilik rumah yang terancam longsor, Yaya Mulyadi (50) menuturkan suara gemuruh longsor terdengar Kamis (22/10) dini hari.

Setelah melihat keluar ternyata tanah dekat pekarangan rumah sudah tergerus longsor.

“Kami langsung mencari tempat aman, karena khawatir longsor susulan. Apalagi hujan terus terjadi akhir-akhir ini. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” tutur dia.

Selain di Kecamatan Sukahening, longsor juga terjadi di Kampung Cibuntu Desa Karyabakti Kecamatan Parungponteng.

Kali ini longsor menutupi akses jalan kecamatan hingga masyarakat dan pengendara tidak bisa melaluinya.

Kapolsek Parungponteng, Iptu Sunarto SSos mengatakan longsor kembali terjadi menutupi jalan tepatnya di Kampung Cibuntu Desa Karyabakti Kecamatan Parungponteng, Kamis (22/10).

Menurut dia, sebelumnya Senin (19/10) akses jalan tersebut sempat juga mengalami longsor, namun setelah dilakukan pengurugan dan dibersihkan, Kamis (22/10) kembali longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi.

“Ketebalan tanah longsor sedalam 1,70 centimeter dengan panjang longsor yang menutup jalan sepanjang 110 meter. Ketinggian tebing yang longsor dari jalan setinggi 100 meter,” terang dia.

Dia menambahkan, kondisi jalan yang tertimbun longsor baru sebagian dilakukan pengurugan dan dibersihkan.

Namun belum secara keseluruhan. Jalan belum bisa difungsikan secara menyeluruh. Karena tanah di tebing tersebut masih labil.

“Jadi untuk sementara dibuat jalan alternatif darurat, hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Untuk mobil belum bisa melalui jalan tersebut. Karena bagian jalan masih tertutup tanah dan lumpur longsor,” jelas dia.

Untuk sementara waktu, tambah dia, kendaraan roda empat dan roda dua diarahkan melewati jalan kearah Cigunung Desa Karyabakti. Dengan tetap di himbau pengendara berhati-hati pada saat melintas.

“Karena jalan alternatif ini sempit banyak tikungan dan tanjakan. Kadang-kadang pada saat berpapasan dengan kendaraan yang lain harus ada yang mengalah mencari tempat untuk memprioritaskan kendaraan lainnya,” ungkap dia.

(diki setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.