Longsor Terjang Wilayah Selatan

72
0

TALEGONG – Bencana tanah longsor terjadi di wilayah selatan Kabupaten Garut dalam dua hari terakhir. Hal itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Garut TB Agus Sopyan mengatakan bencana tanah longsor akibat hujan deras terjadi di beberapa titik pada Sabtu dini hari (7/12). Pertama, kejadian tanah longsor di Kampung Cikole RT 07 RW 07 Desa Sukamaju Kecamatan Talegong.

Dalam kejadian itu, rumah milik Dada (60) berukuran 40 meter persegi jebol dihantam longsor. “Tidak ada korban jiwa maupun luka, karena pada saat kejadian penghuni rumah belum tidur,” ujarnya kepada Rakyat Garut melalui saluran teleponnya Minggu (8/12).

Petugas bersama warga pun segera bergotong-royong membersihkan material longsoran. Sementara penghuni rumah langsung dievakuasi ke tempat yang aman. “Korban hanya mengalami kerugian material saja, diperkirakan sebesar Rp 5 juta. Saat ini penghuni rumah juga sudah kembali kerumahnya,” kata dia.

Selang beberapa jam, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Garumukti Kecamatan Pamulihan. Longsor menutup jalan kabupaten, tepatnya di daerah Pakenjeng Lama blok Cilimus Kampung Kebon Panjang. Material longsor setinggi 1,5 meter dan panjang sekitar 25 meter sempat menutup jalur tersebut.

Akibat peristiwa teraebut, jalan tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Arus transportasi dari Garumukti menuju Desa Linggarjati maupun sebaliknya terputus.

Longsor juga menimpa ruas jalan poros desa menghubungkan Desa Garumukti dengan Pandawa di Blok Cirangkong. Akibat kejadian ini, sebuah kendaraan roda dua sedang melintas terseret longsor. “Pengendara motor dan yang diboncengnya juga selamat. Tapi motornya sempat tertimbun material longsor. Sekarang sudah berhasil dievakuasi,” ujarnya.

Dia menerangkan beberapa titik yang sempat terjadi longsor saat ini sudah berhasil dievakuasi. Seluruh jalur saat ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan. “Sekarang semuanya sudah normal. Tidak ada material longsor yang menutup jalan,” ujarnya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki musim hujan, karena potensi bencana tanah longsor maupun banjir sangat tinggi. “Intinya seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Itu untuk meminimalisir adanya korban ketika bencana terjadi,” ujarnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.