I Love You Full Emak, Ramaikan Terminal Tipe A Indihiang

229
0
FIRGIAWAN / RADAR TASIKMALAYA SINERGI BERKESENIAN. Panitia Pentas Seni I Love You Full Emak dari KPJ Tasikmalaya bersilaturahmi ke redaksi Radar Tasikmalaya Selasa (19/12).

Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Tasikmalaya Gelar Pentas Seni di Hari Ibu

Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Tasikmalaya mengingat jasa-jasa sang bunda. Emak. Tepat di Hari Ibu, 22 Desember nanti mereka akan menggelar pentas seni I Love You Full Emak. Ada banyak tokoh yang akan menghadiri aktivitas seni di Terminal Tipe A Indihiang tersebut.

YANGGI F IRLANA, Cihideung

Pembina KPJ Tasikmalaya Ato Rinanto bercerita soal pentas seni KPJ di Hari Ibu nanti. Banyak tujuan yang ingin mereka raih dari kegiatan tersebut. Mulai menghargai jasa-jasa ibu, ajang berkesenian anggota KPJ se-Indonesia, silaturahmi degan para tokoh dan meramaikan Terminal Tipe A Indihiang.

Mengapa I Love You Full Emak? ”Tema ini sengaja kami ambil guna mengambil hikmah tentang kecintaan dan kehormatan kepada ibunda tercinta dan kata emaknya sendiri karena kearipan lokal dan melestarikan bahasa Sunda,” papar Ato saat bersilaturahmi dengan awak redaksi Radar Tasikmalaya di Graha Pena Selasa petang (19/12).
Rencananya, I Love You Full Emak akan dimeriahkan Presiden KPJ Indonesia Anto Baret, legenda dangdut nasional asal Tasikmalaya Cucu Cahyati, Kelompok Z9, Sakarat, Mharta Topeng, D Terminal dan Tatang Pahat.

Para tokoh dan tamu undangan juga akan hadir dalam pentas seni yang dimulai pukul 14.00 sampai malam itu. KPJ telah mengundang Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf, Ketua GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya Dr H Iwan Saputra SE, Ketua PKK Kota Tasikmalaya Hj Eti Attiah Budiman, Ketua PKK Kabupaten Tasikmalaya Hj Lina Ruzhan dan tamu undangan lainnya. ”Tamu undangan harus naik ke panggung. Mau nyanyi, baca puisi atau hanya mengatakan, ’Merdeka’! Pokoknya menampilkan seni,” ujarnya sambil mengepalkan tangan diiringi derai tawa pengurus KPJ dan awak redaksi Radar Tasikmalaya.

Loading...

Soal berkesenian, Ato bercerita bahwa anggota KPJ akan tampil di pentas seni tersebut. Terlebih, mereka memiliki skill menyanyi dan bermain musik.

Bernyanyi dan memainkan musik adalah kemampuan anggota KPJ. Mereka ”menjual karya (musik)” kepada pendengar di angkutan umum. ”Tidak asal tepuk-tepuk tangan dengan nyanyi yang nggak jelas lalu minta uang. Kalau seperti itu namanya mengemis,” ujarnya sambil menirukan gerakan-gerakan tepuk tangan.

Ato menjelaskan nyanyian dan permainan musik anak-anak KPJ bisa dinikmati hanya di angkutan umum (bus). Tidak di lampu merah atau jalanan. Karena KPJ bernyanyi di sektor-sektor, seperti Terminal Tipe A, Gentong, Ciawi, Rajapolah, Karangnunggal, Singaparna dan lainnya. ”Kami tidak memiliki sektor lampu merah,” ujarnya.

Perbedaan mendasar antara anggota KPJ dengan pengamen pada umumnya yaitu mereka bukan masalah, namun menjadi bagian dari masyarakat yang ingin Tasikmalaya lebih baik. Tak heran, mereka memiliki mimpi besar. Salah satunya ikut meramaikan Terminal Tipe A. Caranya? Mereka menggelar kegiatan seni di terminal terbesar di Priangan Timur itu. Seperti pentas seni memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan beberapa waktu lalu.
”KPJ sangat ingin sekali terminal di Tasik bisa nyaman, aman ramai tentunya seperti terminal di Yogya,” harapnya. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.