LPG & Pupuk Pengaruhi Inflasi di Priangan Timur

57
0
BANTUAN. Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Darjana (kanan) memberikan bantuan kepada UMKM pada program sosial Bank Indonesia di Hotel Horison Pangandaran, Selasa (10/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
BANTUAN. Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Darjana (kanan) memberikan bantuan kepada UMKM pada program sosial Bank Indonesia di Hotel Horison Pangandaran, Selasa (10/11). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya menyebutkan bahwa tingkat inflasi di Priangan Timur masih relatif rendah dan terkendali.

“Sejauh ini upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sudah berhasil menekan angka inflasi di Priangan Timur, berada di batas bawah target inflasi tiga persen plus minus satu, kondisinya cukup rendah dan terkendali,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Darjana kepada wartawan usai acara rapat koordinasi dan capacity building Tim.

Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Se-Priangan Timur di Hotel Horison, Selasa (10/11). Lanjut dia, pandemi Covid-19 memberikan pengaruh besar pada ekonomi masyarakat, sehingga daya beli melemah.

“Dari sisi permintaan relatif melambat dari tahun sebelumnya, sehingga angka inflasi tidak melonjak,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini LPG dan pupuk subsidi menjadi salah satu komoditas yang menjadi penyumbang inflasi di Priangan Timur, karena pasokannya langka. “Komoditas yang sangat dicari oleh masyarakat dan petani dan pasokan kurang,” ucapnya.

Kata dia, setiap daerah harus saling bekerja sama untuk menjaga angka inflasi agar tidak melonjak.

Baca juga : Polsek Pangandaran & Koramil Terus Ingatkan Warga Soal 3M

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa bantuan sosial sebagai stimulus dari pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat, sangat penting untuk saat ini.

“Jika daya beli meningkat maka pertumbuhan ekonomi dari segi konsumsi juga akan meningkat,” katanya.

Angka konsumsi di triwulan ke-3 di Jawa Barat dan daerah sendiri, menurut dia, sudah ada peningkatan dari sebelumnya. “Optimis di triwulan ke-4 juga akan mengalami peningkatan dari triwulan ke-3,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu BI juga memberikan bantuan kepada Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran, Balawista Kabupaten Pangandaran dan UMKM.

TAMU RAPAT TPID DIBATASI
Kepala Unit Pelaksanaan Pengembangan UMKM Keuangan Inklusif dan Syariah BI Tasikmalaya Yusi Yuliana mengatakan, pandemi ini membuat rapat TPID dibatasi. Makanya sebagian peserta mengikuti rapat melalui daring. “Di sini juga protokol kesehatan sangat diterapkan untuk kebaikan bersama,” terangnya.

Para peserta daring tetap menerima materi dengan baik dan bisa menyampaikan pertanyaan. “Jadi walau dilakukan secara daring juga tidak mengurangi maknanya,” katanya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten Direktur Kantor perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Ahmad Subarkah, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, Kepala Bidang Moneter Kemenko Perekonomian RI Puji Gunawan dan Kepala Bagian Ekonomi Provinsi Jawa Barat Maman. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.