Lulusan MA Dibekali aBanyak Keterampilan

116
0
KOMPAK. Asep Robidin SAg, Yudi Wahyudin MPdI dan H Hadi Kuswanto SPd MSi foto bersama usai Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV Selasa (2/7).

TASIK –  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi yang diterapkan untuk sekolah menengah atas (SMA) negeri tidak berpengaruh pada pelaksanaan PPDB di Madrasah Aliyah (MA). Lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) ini tetap diminati pendaftar.

Hal ini diungkapkan Kepala Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Asep Robidin SAg saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV Selasa (2/7).

“Pendidikan madrasah punya ciri khas dan keunggulan tersendiri, sehingga peminatnya tetap banyak. Selama ini siswa MA NU juga tidak berasal dari zonasi tertentu, tapi mereka berasal dari berbagai daerah di Tasikmalaya,” ungkapnya.

Lanjutnya, sistem pendidikan madrasah ini relevan dengan tantangan zaman. Sebab, di madrasah siswa dibekali dengan pendidikan karakter dan agama yang kuat. “Sehingga madrasah ini menjadi solusi atas fenomena dekadensi moral yang terjadi di kalangan anak muda,” ujarnya.

Lulusan madrasah juga dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan di masyarakat seperti memimpin pengajian, pemulasaraan jenazah dan lain-lain. “Secara akademis, lulusan madrasah juga tak kalah dengan lulusan sekolah lain. Sebab madrasah menerapkan pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta iman dan takwa (Imtak),” terangnya.

Sehingga ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan anaknya ke madrasah. “Madrasah mencetak lulusan yang cerdas, terampil dan bermoral sehingga mampu berkompetensi dan siap terjun ke dunia kerja,” katanya. Lanjutnya, lulusan madrasah tidak semuanya menjadi ustaz atau ustazah, banyak juga yang menjadi dokter, dosen, pengusaha dan profesi lainnya.

Kepala MA Persis Yudi Wahyudin MPdI menjelaskan madrasah menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan kurikulum umum sehingga bisa menghasilkan lulusan yang tak hanya cerdas tapi juga berkarakter.

“Pembiasaan seperti salat Duha siswa mungkin baru diterapkan di sekolah umum, tapi di madrasah itu sudah hal biasa. Bahkan, di madrasah kini sudah mencapai tahap pembiasaan salat tahajud,” ujarnya.

Siswa madrasah juga tetap dibekali dengan kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga, seni dan lain-lain. Bahkan siswa MA Persis diwajibkan untuk bisa membuat karya ilmiah sebagai syarat mengikuti ujian akhir. “Lulusan kami terampil, sehingga daya serapnya ke industri juga tinggi,” katanya.

Wakil Kepala MA Al Amin Bagian Kurikulum H Hadi Kuswanto SPd MSi mengatakan, sistem pendidikan di Al Amin seperti di pondok pesantren sehingga siswanya pun mondok. Hal ini bisa memaksimalkan pembinaan. “Kami menyiapkan sistem pendidikan yang bisa mengakomodir minat dan bakat siswa. Jadi, kami siapkan sistem blok sesuai dengan jenjang dan keahliannya,” katanya. Ada blok sains bagi siswa yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi, blok sosial untuk siswa yang berorientasi bekerja dan ada blok agama untuk mencetak calon pendakwah.

Hadi menyebutkan, sudah banyak lulusan MA Al Amin yang meneruskan pendidikan ke luar negeri seperti ke Turki. Banyak juga yang berkiprah di masyarakat dengan berbagai profesi yang membanggakan. (mg1/na)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.