Lulusan PGMI Kecewa, Minta Audiensi Dihadiri Wali Kota

97
0

Ketua Umum IMPI Abdurapik pun demikian. Ia memberi tenggat waktu satu hari untuk wali kota supaya bisa menerima mereka secara langsung.

“Kalau tidak sanggup dalam waktu sehari untuk menemui kami, kami akan turun ke jalan,” ujar dia.

Ia pun menganggap ada dugaan diskriminasi dalam penerimaan CPNS di Kota Banjar. “Kami akan mendukung sampai persoalan ini tuntas dan jelas,” tegasnya.

Sementara itu usai keluar dari ruang audiensi Wakil Wali Kota Bajar H Nana Suryana menyanyikan potongan lagu “sebagai kekasih yang tak dianggap”.

Baca : Alumni PGMI Ancam Lakukan Unjuk Rasa

Nana menyanyikan lagu itu karena merasa kehadirannya tidak dianggap. Padahal dia sudah mendapatkan disposisi dari wali kota untuk menemui dan bermusyawarah.

“Saya tidak akan berbicara apa-apa karena tadi juga kan tau sendiri, saya tidak dianggap. Saya mau menjelaskan apa di publik?” jelas Nana.

Ia menjelaskan alasan wali kota tidak hadir karena ada kegiatan penting di provinsi dan tidak bisa diwakilkan.

“Ibu (wali kota) sedang ke Bandung ada giat di sana. Tidak bisa diwakilkan. Karena kehadiran saya tidak berarti dan dianggap tidak akan mendapatkan solusi, nanti saya akan sampaikan ke ibu untuk keinginan bertemu langsung,” katanya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.