Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Lulusan STIKes Mucis Siap BEKerja

24
0
H Dedi Supriadi SSos SKep Ners MMKes Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis

CIAMIS – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis (Mucis), hari ini (9/10), mewisuda 493 lulusan akademik 2018/20119 di Gedung Islamic Centre, Jalan Iwa Kusumasoemantri, Ciamis.

Ketua STIKes Mucis H Dedi Supriadi SSos SKep Ners MMKes menjelaskan mahasiswa yang mengikuti wisuda hari ini yaitu dari DIII Keperawatan 119 orang, DIII Kebidanan 57 orang, S1 Keperawatan dan Reguler 82 orang, Profesi Ners 75 orang, DIII Farmasi 73 orang dan DIII Analis Kesehatan 87 orang. Rencananya Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul Ulum dan Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya akan menghadiri wisuda kali ini.

Dedi Supriadi mengatakan wisuda juga akan dihadiri orang tua dan keluarga wisudawan. Sebelumnya, pada 2 Oktober 2019, wisudawan sudah mengikuti sumpah profesi, sebagai syarat mendapatkan surat tanda registrasi (STR). Dengan STR, lulusan STIKes mengaplikasikan atau menerapkan terhadap masyarakat.

“Ilmunya harus diper­tanggungjawabkan oleh mereka. Jangan sampai melihat dulu hal lain, tetapi tetap saja harus melihat sisi profesi untuk kemanusiaan,” ujar Dedi berpesan.

“Kenapa juga kami berani melakukan sumpah profesi dan wisuda, justru kita sudah mempersiapkan dan siap bersaing dan SDM-nya juga sudah siap,” kata Dedi membeberkan.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes Mucis Asep Gunawan SKep Ners MPd berharap seluruh lulusan bisa memberikan dan berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan di Indonesia. Terlebih, lulusan STIKes Mucis adalah tenaga kesehatan yang islami.

“Mudah-mudahan karakter Muhammadiyah bisa diterapkan untuk pelayanan kesehatan, insyaallah semua wisuda siap pakai, bahkan dari semua lulusan dari studi sudah terakreditasi,” kata dia.

Lulusan STIKes Mucis diharapkan bisa didayagunakan dan bisa praktik mandiri sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Lulusan kami siap bersaing, karena sudah tersebar di mana-mana. Baik di Ciamis, di Priangan Timur, Jawa Barat hingga Indonesia. Bahkan di luar negeri juga ada. Baik di Arab, Jepang, Cina,” ujarnya menerangkan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.