M Tabrani Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

105
0

JAKARTA – Nama Mohammad Tabrani diusulkan untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Sosok Mohammad Tabrani adalah sang pencetus bahasa Indonesia.

Adalah Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mengusulkan Mohammad Tabrani sebagai pahlawan nasional.

“Almarhum merupakan penggagas bahasa Indonesia. Padahal waktu itu belum ada Republik Indonesia,” ujar Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud Prof Dadang Sunendar saat ziarah di TPU Tanah Kusir Jakarta Kamis (18/7).

Dadang menjelaskan dengan kegiatan ziarah tersebut, diharapkan generasi muda sadar bahwa bangsa ini tidak dibangun dalam waktu singkat. Tapi melalui proses perjuangan yang panjang.

Tanpa adanya bahasa Indonesia, sulit bangsa ini yang waktu itu belum merdeka, untuk bersatu. Dengan adanya bahasa Indonesia, mempersatukan bangsa Indonesia dan berjuang untuk meraih kemerdekaannya.

“Kami mengusulkan pada bapak Mendikbud agar Bapak Mohammad Tabrani bisa menjadi pahlawan nasional,” tambah dia.

Sebagai bentuk penghormatan, Kemendikbud pun sudah mengubah nama gedung di Kantor Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan yang sebelumnya bernama Samudra menjadi Mohammad Tabrani.

Mohammad Tabrani lahir di Pamekasan (Madura) pada 10 Oktober 1904. Ia merupakan Ketua Kongres Pemuda I yang berlangsung di Solo pada 1926. Ia juga seorang wartawan yang mulai bekerja pada harian Hindia Baru.

Dalam kolom Kepentingan yang ia asuh di lembaga pers itu, pada 10 Januari 1926, dimuatlah tulisan dengan judul Kasihan. Tulisan itu muncul sebagai gagasan awal untuk menggunakan nama bahasa Indonesia.

Ketika itu, Tabrani menyebut bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan bangsa. Konsep kebangsaan yang muncul dari gagasan M Tabrani tersebut merujuk pada kondisi nyata keberagaman manusia yang masih bersifat kedaerahan atau kesukuan dan masih mengutamakan kepentingan suku atau pun daerahnya masing-masing sebagaimana terbentuknya organisasi-organisasi pemuda pada masa itu.

Dalam Kongres Pemuda I tersebut, Tabrani berbeda pendapat dengan Mohammad Yamin yang ingin menggunakan bahasa Melayu. Menurut Tabrani pada saat itu, jika sudah mempunyai Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia maka bahasa juga bahasa Indonesia. (gw/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.