Ma Icoh, Warga Karangbenda Pangandaran Segera Punya Rumah Layak Huni

54
0
AKAN DIPERBAIKI. Rumah Mak Icoh yang sudah tidak layak huni, akan segera diperbaiki lewat bantuan RTLH tahun ini. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
AKAN DIPERBAIKI. Rumah Mak Icoh yang sudah tidak layak huni, akan segera diperbaiki lewat bantuan RTLH tahun ini. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Mak Icoh (95) warga Dusun Pasirkiara Desa Karangbenda Kecamatan Parigi, yang mendambakan rumah layak huni, akhirnya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tjomi Suryadi mengatakan setelah dilakukan pengecekan, Mak Icoh akhirnya bisa dimasukan k edalam penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Beliau akan dimasukan dalam bantuan RTLH yang sumber anggaranya dari APBD perubahan,” kata dia kepada Radar, Senin (12/10).

Menurut dia, Mak Icoh akan mendapatkan bantuan RTLH dengan nilai sebesar Rp 20 juta. “Uang tersebut nantinya bisa digunakan untuk membeli material sehingga rumah Mak Icoh bisa diperbaiki,” kata dia.

Lanjutnya, pada APBD murni sebenarnya ada bantuan untuk RTLH, namun anggaran tersebut digeser untuk penanganan covid-19. “Untuk tahun ini rencananya ada 50 penerima bantuan RTLH, termasuk Mak Icoh,” jelasnya.

Baca juga : Sudah Beroperasi, Terminal Pangandaran Masih Sepi

Loading...

Ia meminta kepada RT-RW maupun perangkat desa yang menemukan warga yang rumahnya tidak layak huni, serta rumahnya berada di atas tanah milik pribadi, untuk segera melapor ke Dinas Sosial.

“Karena kami akan menyalurkan bantuan ke penerima manfaat, sesuai dengan laporan yang kami terima dari pihak desa,” ujarnya.

Sebelumnya , salah seorang anak Mak Icoh, Komanah (45) mengatakan bahwa rumah ibunya itu sering mengalami bocor, selain itu dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu sudah mengalami bolong-bolong. “Ya kalau malam pasti sangat kedinginan,” kata dia.

Menurutnya, dirinya tidak sanggup membantu untuk merenovasi rumah milik ibunya itu karena keterbatasan ekonomi. “Ibu saya hanya butuh kamar mandi saja untuk MCK dan juga kamar yang nyaman untuk beribadah,” katanya.

Kata dia, jarak rumahnya dengan rumah ibunya itu cukup dekat, sehingga untuk mandi dan buang air besar, cukup menumpang kepada dirinya. “Tapi ibu saya ingin punya WC sendiri,” ujarnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.