Macan Tutul Dimonitor CCTV

187
0
TERMONITOR. Macan tutul terpantau kamera CCTV yang dipasang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis di Gunung Sawal, Jumat (5/7). IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Ciamis menggunakan 18 unit closed-circuit television (CCTV) untuk memantau perkembangan macan tutul dan macan kumbang di wilayah konservasi hutan Gunung Sawal. Ke-18 CCTV itu ditempatkan di delapan titik.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis Himawan Sasongko menerangkan, semua macan tutul di hutan Gunung Sawal yang luas konservasinya 5.300 hektare diawasi secara intensif. Seperti halnya macan tutul yang sempat diamankan BKSDA pada Oktober 2018, perkembangannya terpantau CCTV. Macan yang dinamai Si Abah itu umurnya sudah 13 tahun. Kondisi fisik dan perilaku macan jantan ini relatif normal. Kemungkinan dia sudah punya keturunan lantaran ditemukan ada macan usia remaja yang terpantau.

“Sampai hari ini kita pantau dengan 18 unit monitoring video trap seperti yang termonitor itu macan kumbang dan macan tutul dewasa serta remaja,” ujar Himawan kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/7).

Berdasarkan hasil pemantauan CCTV, kata dia, ada empat macan tutul yang terekam selama tiga bulan. Sebelumnya ada lima ekor. Dengan demikian macan tutul jawa di Gunung Sawal diperkirakan ada sembilan ekor. Namun, untuk individu baru yang terekam ada empat ekor. Terdiri dari macan kumbang dewasa, macan tutul dewasa, macan tutul jantan remaja dan macan tutul betina remaja. “Jadi jumlah sembilan ekor yang termonitor tersebut hanya perkiraan. Kemungkinan bisa lebih, karena masih ada beberapa titik di Gunung Sawal yang belum terjangkau kamera trap tersebut,” kata dia.

BKSDA akan menyosialisasikan keberadaan macan-macan di Gunung Sawal itu kepada masyarakat. dengan melibatkan komunitas Raksagiri Sawala. Bila ada macan turun gunung tidak boleh ditangkap menggunakan perangkap. Lebih baik dihalau saja dan dilaporkan supaya bisa dihalau bersama-sama. BKSDA juga akan berpatroli mencegah pemburu liar yang mengincar macan tutul atau babi hutan. “Bila ditemukan ada yang melakukan perburuan akan ditindaklanjuti dan diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Untuk itu mari kita bersama-sama menjaganya,” kata dia. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.