Madu dari Banjaranyar Ciamis Dipasarkan Hingga Jakarta

337
0
BUDIDAYA LEBAH MADU. Warga Dusun Sindangasih Desa Banjaranyar Kecamatan Banjarsari memanen madu Jumat (10/7/2020). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Masyarakat di Dusun Sindangasih Desa Banjaranyar Kecamatan Banjar­sari membubidayakan lebah. Penghasilan dari budi daya lebah menjadi penghasilan tambahan bagi warga.

“Kami bersyukur, madu para kelompok petani lebah di sini sudah dipasarkan kemana-mana. Baik ke Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, bahkan perkantoran atau instansi-instansi di Ciamis… bahkan sekarang sudah jadi objek wisata berjunjung dari mana-mana,” ujar Ketua Kelompok Bina Lestari Bunyamin di Dusun Siandangasih Desa Banjaranyar Jumat (10/7/2020).

Baca juga : 2 Hari Hilang, Warga Pamarican Ciamis Ditemukan Terkapar Membusuk di Bawah Jambe

Menurut Bunyamin, madu di Desa Banjaranyar diperoleh dari pembudidayaan lebah di halaman rumah warga.

Banyak warga yang membudidayakan lebah di desanya. Setiap bulan, masyarakat bisa memanen sampai 50 kilogram.

“Mengenai harganya ber­variatif, tergantung ukuran dan jenis madu untuk botol kecil harga Rp 30.000, Rp 150.000 sampai botol besar itu Rp 250.000,” ujarnya.

Bunyamin bercerita soal awal pembudidayaan lebah di desanya. Awalnya 2007.

Masyarakat yang memelihara lebah mendapat pelatihan budidaya lebah penghasil madu dari penyuluh pemerintahan. Namun di 2010, mereka mengalami kegagalan.

Kemudian 2011, warga kembali bangkit. Mereka membentuk kelompok. Itu untuk menguatkan budidaya lebah.

“Kampung kami kini dijuluki Kampung Madu,” ujarnya.

Lebah di wilayahnya, kata Bunyamin cukup banyak. Ada 10 spesies. “Dari aneka lebah ini bisa menghasilkan berbagai jenis madu dan keragaman khasiatnya,” jelasnya.

Baca juga : Calon Kades di Ciamis Siapkan Rp500 Juta untuk Kampanye

Ayu (37), salah satu pengunjung ke Kampung Madu mengaku senang bisa mencicipi madu dan membeli madu asli di Desa Banjaranyar. Karena, dia bisa langsung melihat proses panen madu di sana.

“Saya awalnya takut disengat saat panen itu, namun setelah menyaksikan langsung lebah itu pada jinak dan nyaman bagi pengunjung lain menyaksikan juga,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.