Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

Ma’had Aly Ponpes Idrisiyyah Tasikmalaya, Cetak Mahasantri Berilmu yang Bermanfaat bagi Masyarakat

133
0
TERIMA IZIN. Direktur Pendidikan Ponpes Idrisiyyah Ustaz Asep Deni MPd saat menerima izin operasional Ma’had Aly Idrisiyyah di kantor Kementerian Agama.

Ma’had Aly Idrisiyyah Pondok Pesantren Idrisiyyah merupakan perguruan tinggi agama Islam.

Ma’had Aly menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (Tafaqquah Fiddin) berbasis kitab kuning.

”Ma’had Aly ini hanya menyelenggarakan satu studi atau (Takhausus) yaitu Tashawwuf Wa Thariqatuhu (Tasawuf dan Tarekat),” kata Direktur Pendidikan Ponpes Idrisiyah Ustaz Asep Deni MPd di kantornya Selasa (11/8/2020).

Baca juga : Agnia Care Ponpes Idrisiyyah Bantu Modal UMKM

Ustaz Asep menjelaskan Ma’had Aly Idrisiyyah berjalan sejak 2015. Termasuk programnya.

“Namun pada tahun 2015 itu pemerintah belum memiliki payung hukum untuk Ma’had Aly ini. (Payung hukum, Red) Ma’had Aly ini baru ada tahun 2016 makanya kita baru memiliki izin pada tahun 2018,” ungkap dia.

Menurutnya, Ma’had Aly terebut merupakan pendidikan tinggi yang berbasis pesantren. Namun dari segi pendidikan tingginya sama seperti universitas lainnya.

Termasuk jenjang pendidikannya sama selama empat tahun dan delapan semester. Lulusannya bergelar SAg. “Untuk gelarnya sama sarjana agama,” tuturnya.

Ma’had Aly Idrisiyyah fokus mendalami tasawuf dan tarekat. “Kebetulan kami fokus dalam tarekat jadi itu pendidikan yang di dalamnya,” kata dia.

Ustaz Asep menjelaskan, sejauh ini Ma’had Aly Idrisiyyah belum meluluskan sarjana, karena berjalannya sejak 2018, sehingga lulusan yang resmi legalitasnya dari Kementerian Agama pada 2022.

“Sebetulnya pada tahun 2019 sudah ada (lulusan). Hanya legalitasnya dari pesantren saja. Tidak dari Kementerian Agama,” jelasnya.

Sejauh ini mahasiswa Ma’had Aly Idrisiyyah tidak hanya berasal dari Ponpes Idrisiyyah. Ada juga dari luar pesantren. Meskipun memang pendidikan yang ada di Pesantren Idrisiyyah nyambung dan terpadu.

Mulai prasekolah, pendidikan dasar, menengah pertama, menengah atas hingga perguruan tinggi.

“Jadi kita arahkan supaya nyambung. Untuk mahasiswa atau mahasantri dari luar kita buka namun dengan seleksi atau syarat dan ketentuan berlaku. Seperti minimal sudah pernah menjadi santri. Kalau tidak begitu akan ketinggalan saat proses belajar mengajar nanti,” jelasnya.

Untuk tes masuk Ma’had Aly Idrisiyyah, kata Ustaz Asep, calon mahasantri menjalani tes membaca kitab, tes tulis lisan dan lainnya. Nantinya hasil tes menentukan diterima atau tidaknya.

“Yang utama harus mondok. Sejauh ini sudah ada mahasantri dari luar pesantren seperti dari Medan, Jabotabek dan lainnya,” kata dia.

Setiap tahun, penerimaan mahasiswa atau mahasantri terus meningkat. Itu disesuaikan dengan kondisi tempat tinggal karena setiap mahasantri ini diwajibkan mondok.

“Total 186 mahasiswa atau lebih banyak perempuan untuk saat ini,” kata dia.

Ma’had Aly Idrisiyyah juga sama memiliki target lulusan, seperti berjiwa sufi, mengaplikasikan nilai-nilai akhlak tasawuf dan tarekat, peneliti kondisi masyarakat di bidang akhlak tasawuf dan tarekat, menjadi imamal muttaqien di lingkungan masyarakat, jurnalis ilmu tasawuf dan tarekat, memenuhi standar intelektual pondok pesantren, memiliki wawasan keilmuan yang komprehensif, memahami metodologi dalam bidang tasawuf dan tarekat, berkemampuan menggali, mengerti, menganalisis, dan memiliki keterampilan kerja dalam bidang tasawuf dan tarekat.

“Jadi utamanya mencetak mahasantri yang tidak hanya memiliki gelar saja, makanya Ma’had Aly beda dengan pendidikan tinggi lainnya dari segi perkuliahan penuh dalam satu minggu. Untuk proses pembelajarannya sama seperti di perguruan tinggi lainnya, selain delapan semester juga ada penelitian untuk skripsi,” ujarnya.

“Secara umum perkuliahan jarang yang pul satu Minggu termasuk sampai penyusunan skripsi nanti,” kata dia.

Tenaga pendidik Ma’had Aly Idrisiyyah sudah mumpuni. Bahkan ada alumni Al Azhar Mesir. Termasuk dari pondok pesantren.

“Utamanya S2. Untuk yang tidak S2 juga ilmu agamanya sudah mumpuni, meski yang diutamakan dari alumni,” kata Ustaz Asep.

Ustaz Asep berharap, Ma’had Aly Idrisiyyah yang masuk tahun ke tiga bisa lebih banyak menciptakan mahasantri unggul dari segi intelektual, keilmuan.

Termasuk memiliki kader-kader yang nantinya diposisikan di lembaga pendidikan, ekonomi mampu lebih maju.

“Kemampuan yang mumpuni dalam ilmu agama cukup dan bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan masyarakat di luar pesantren,” katanya.

Tidak hanya itu. Dia juga berharap mahasantri mumpuni dalam bidang entrepreneurship untuk peningkatan ekonomi. Tentu dalam proses pembelajarannya, mahasantri tidak mempelajari ilmu agama, namun juga memahami manajerial unit-unit usaha di Ponpes Idrisiyyah.

Baca juga : Terkendala HP, MTs Jidris Assalam Kota Tasik Terapkan Luring

“Itu sebagai laboratorium pembelajaran juga dan itu kita perkenalkan kepada mahasantri,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting, kata dia, meski baru tiga tahun berjalan, Ma’had Aly Idrisiyyah sudah berprestasi.

Seperti lolos seleksi nasional Karya Tulis Ilmiah 2018, menjadi pembicara Muktamar Pemikiran Santri 2018, lolos dalam seleksi Kunjungan Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia ke Amerika Serikat dan Cina 2019 dan juga menjadi 20 santri terbaik peneliti karya tulis ilmiah yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama pada 2020. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.