Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Mahasiswa Bergerak Kepung DPRD Jabar, 92 Alami Luka-Luka

266
0

BANDUNG – Ribuan mahasiswa dari delapan belas universitas swasta dan negeri Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (23/9).

Seluruh mahasiswa tersebut menuntut untuk penolakan atas RUU KPK, RUU KUHP, RUU PAS, dan RUU Pertanahan yang dinilainya tidak pro Rakyat.

Berdasarkan pantauan Radar Bandung (Grup Radar Tasikmalaya), massa terlebih dahulu berkumpul di Monumen Perjuangan kemudian melakukan long march serentak sejak siang hari. Setelah itu sampai pada Gedung DPRD Jawa Barat pada sore hari, mereka melakukan orasi dari masing-masing perwakilan kampus.

Massa pun mengangkat beberapa spanduk-spanduk bertuliskan kekecewaan atas kebijakan pemerintah. Setelah itu, massa pun meneriakkan Revolusi-revolusi.

Dalam keadaan tersebut, massa masih terlihat kondusif tidak terlihat bentrok antara aparat keamanan dan mahasiswa. Namun tepat pada 19:15 massa mulai terlihat panas, massa mendobrak gerbang yang sudah dijaga oleh pihak kepolisian.

Selain itu, masa aksi juga melakukan pelemparan beberapa benda keras ke arah gedung DPRD Jawa Barat. Hingga akhirnya mobil komando menyerukan kepada petugas untuk tidak mundur dan mulai menembakkan tembakan air dan gas air mata.

“Revolusi, revolusi, revolusi,” seru mahasiswa sembari mendobrak pagar DPRD Jawa Barat.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema di hadapan anggotanya usai demo mengatakan dirinya bertanggung jawab atas semua tindakan yang sudah dilakukan anggotanya. “Kalian jangan takut, lakukan tugasmu dengan benar, ujar Irman dihadapan anggotanya.

Ditemui dilokasi, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriadi mengatakan dalam aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat oleh mahasiswa, terdapat enam anggota polisi terluka. “Enam orang anggota kita terluka dan saat sudah dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih Polri Bandung,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan sejauh ini belum ada informasi terkait korban yang berasal dari masa aksi mahasiswa. Ia baru mendata personilnya. Sedangkan untuk jumlah mahasiswa belum diketahui.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi yang dilakukan mahasiswa Bandung dari berbagai almamater tersebut berujung ricuh selepas Magrib. Informasi yang dihimpun, 92 mahasiswa mengalami luka dan mendapat penanganan di kampus Universitas Islam Bandung (Unisba).

Staff Bagian Umum PMI, Muhammad Iqbal Al Fikri mengatakan sebagian besar luka mahasiswa diakibatkan gas air mata sehingga mengalami sesak napas. Selain itu, ada pula mahasiswa yang mengalami patah tulang.

“Tapi sebagian besar memang dampak dari gas air mata. Banyak juga yang sesak nafas karena ketika kami datang mahasiswa korban banyak dikerumuni oleh teman-temannya yang ingin nonton,” kata dia ditemui di Unisba.

Sementara itu, Ketua Korps Sukarela (KSR) Unisba, Faisal, mengatakan pihaknya menangani mahasiswa yang mengalami sesak napas, syok, hingga jatuh dan memar.

Selain itu, Faisal menuturkan ada juga beberapa mahasiswa yang mengalami patah tulang, namun belum dapat dipastikan ada jumlah pastinya. Saat ini, dia dan rekannya masih melakukan penanganan. “Kebanyakan sesak napas, terus perih kena water canon, terus kebanyakan ada yang syok, jatuh sampai memar, kebanyakan itu,” ujar dia.

Faisal menambahkan petugas yang melakukan penanganan berasal dari PMI Kota Bandung, Dinkes Kota Bandung, dan KSR dari beragam universitas di Bandung. Mahasiswa yang mengalami luka serius dirujuk ke RS Borromeus, RS Halmahera, dan RS Sariningsih.

“Dilarikan ke rumah sakit ada, lukanya yang serius kaya patah tulang, dapat kabar ada yang bocor kepalanya, ada sesak parah juga, langsung dirujuk ke rumah sakit,” ungkap dia.

Presiden Joko Widodo meminta DPR RI menunda pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU). Penundaan dilakukan agar mendapatkan masukan yang lebih baik. Sebab, banyak kritik soal RUU tersebut, Jokowi berharap pengesahan sejumlah RUU dilakukan oleh DPR RI periode 2019-2024.

“Sekali lagi, RUU Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Saya minta itu ditunda pengesahannya. Agar kita bisa memperoleh masukan yang lebih baik dan sesuai keinginan masyarakat,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9). (azs/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.