Mahasiswa & Buruh Garut Desak Jokowi Terbitkan Perppu, Pemkab Tolak UU Cipta Kerja

28
1
AKSI. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman menemui massa di depan Gedung DPRD Garut, Kamis (8/10). Pemkab Garut menolak tegas UU Cipta Kerja. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Ribuan buruh dan mahasiswa di Kabupaten Garut kembali turun ke jalan menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Sejak pagi hari, ribuan orang tumpah ruah di Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (8/10).

Massa aksi pun lalu bergerak dari Bundaran Simpang Lima menuju Pemda Garut dan berkumpul kembali di depan Gedung DPRD Garut.

Baca juga : Tak Direspon Pemkab & Dewan Garut, Demonstran Tutup Jalan

Mereka menyuarakan penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja. Massa pun mendesak untuk masuk ke dalam gedung dewan.

Teriakan “revolusi” terus digemakan aksi massa. Kapolres, Dandim dan Kajari Garut pun beberapa kali menemui massa untuk menenangkan situasi.

Kericuhan sempat mewarnai aksi unjuk rasa buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPRD Garut. Massa menuntut agar Ketua DPRD Garut untuk turun menemui peserta unjuk rasa.

Aksi saling dorong terjadi antara mahasiswa dan petugas yang berjaga di gerbang DPRD Garut. Massa pun sempat melempari petugas dengan botol air mineral dan barang lainnya.

Kericuhan mereda setelah Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman bersama beberapa perwakilan anggota DPRD Garut mendatangi massa.

Helmi menyampaikan, dirinya mewakili Pemkab Garut dengan tegas menolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang baru disahkan oleh pemerintah dan DPR RI.

“Kami mendukung aspirasi para buruh terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja ini,” kata Helmi usai menemui massa di depan Gedung DPRD Garut, Kamis (8/10).

Menurut dia, atas nama Pemerintah Kabupaten Garut siap mendengar aspirasi kaum buruh dalam menolak UU kontroversial itu. “Pak Bupati sudah sepakat dan akan menandatangani nota kesepakatan penolakan UU Cipta Kerja ini,” ujarnya.

Helmi menerangkan, nota kesepakatan ini secepatnya akan dikirimkan kepada pemerintah pusat dan Presiden Jokowi untuk segera ditindaklanjuti.

“Mudah-mudahan Pak Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk menggantikan UU Cipta Kerja ini,” terangnya.

Helmi menambahkan, dibalik aksi yang dilakukan oleh ribuan buruh dan mahasiswa ini, ada bentuk simpati dan kepedulian dalam penyampaian aspirasinya menolak UU Cipta Kerja yang sebagian besar merugikan kaum buruh.

Meski Wakil Bupati dan sejumlah anggota DPRD Garut sudah menyatakan dukungan, massa tetap emosi akibat surat pernyataan Pemda dan DPRD Garut tidak sesuai harapan.

Mereka merasa dibohongi dengan surat pernyataan yang dibuat, karena tidak semua anggota dan fraksi di DPRD Garut menandatangani nota kesepakatan penolakan UU Cipta Kerja ini.
Bahkan Ketua DPRD Garut Euis Ida tak ikut menandatangani surat dan tidak menemui massa aksi.

Euis diketahui sudah meninggalkan gedung dewan sejak siang. “Ibu Euis sudah pergi, katanya ke rumahnya. Tapi disusul ke rumahnya juga tidak ada. Jadi tidak hanya mabal dari gedung dewan, tapi juga mabal dari rumah,” ujar salah seorang orator dari buruh.

DITENGAH AKSI, MAHASISWA PUNGUTI SAMPAH
Di sela unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja, aksi terpuji dilakukan sejumlah mahasiswa. Sambil membawa kantung besar warna hitam, para mahasiswa itu memunguti sampah.

Mereka berkeliling ke setiap sudut peserta aksi untuk mengambil sampah. Mahasiswa juga mengingatkan peserta aksi untuk tak membuang sampah sembarangan.

Azharik Salsabil (21), mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Garut (Uniga), menyebut aksi pungut sampah itu spontan dilakukan. Aksi unjuk rasa tersebut juga harus bebas dari sampah di samping penyampaian aspirasi.

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan 13 Hektar Lahan untuk RMPM di Desa Sukasenang

“Memang sengaja biar sampahnya bersih. Ini kan banyak sampah berserakan juga,” kata Azharik, Kamis (8/10). Sampah dari botol plastik, lanjutnya, paling banyak dikumpulkan. Botol plastik itu nantinya akan diberikan kepada pemulung.

“Sampah lainnya akan kami buang. Setelah unjuk rasa, kami juga akan kembali bersih-bersih,” ujarnya. (yna)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.