Mahasiswa Ciamis di China Bersyukur Sempat Pulang

118
0
ISTIMEWA KOMPAK. Henri Setiawan, warga Dusun Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis kompak foto bersama teman-temanya saat kuliah di Wuhan China. radartasikmalaya.com
Loading...

CIAMIS – Henri Setiawan, warga Desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis mengaku bersyukur bisa selamat dari menyebarnya wabah virus corona di Wuhan, China. Dia sudah meninggalkan China dua hari sebelum wabah tersebut menyerang banyak warga China.

“Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa sempat pulang ke Indonesia pada 16 Januari 2020. Sementara di sana (China) wabah corona mulai menyebar sejak 18 Januari,” ujar mahasiswa keperawatan S-3 Fujian Medical University China kepada Radar, Kamis (30/1).

Henri mengetahui menyebarnya virus tersebut dari kampus Fujian Medical University China, bahwa sementara dilarang untuk pergi ke China baik oleh pemerintah China atau Indonesia. Padahal, 13 Februari 2020 harus masuk lagi kuliah. Tapi pihak kampus sudah mengumumkan jadwal liburnya diperpanjang dengan batas yang tidak bisa ditentukan.

“Saya justru kasihan banyak mahasiswa Indonesia di sana yang terjebak di asrama kampusnya. Kalau se-Kota Fuzhou China saja ada sekitar 80 orang,” ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, komunikasi terus berjalan dengan mahasiswa yang masih terjebak di kampus dan asaramanya. Mereka semuanya tidak sempat atau belum pulang saat libur kuliah, sehingga oleh pemerintah China tidak diperbolehkan keluar asrama atau kampus. “Kata mereka, kalau ingin makan harus pesan lewat aplikasi online,” katanya.

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan China dalam rilisnya sudah mendata mahasiswa asal Indonesia yang berada di Provinsi Hubei sebanyak 245 orang tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Enshi, Yichang dan Songzi.

PPI secara intensif menjalin komunikasi dengan seluruh mahasiswa dan WNI yang berada di China. Sejauh ini tidak ada mahasiswa atau warga Indonesia yang terjangkit virus corona.

Loading...

Kemudian, PPI sudah mendapatkan informasi akan adanya evakuasi oleh pemerintah Indonesia yang diharapkan berjalan lancar dan baik. PPI pun mengharapkan bantuan masker segera sampai supaya bisa cepat digunakan untuk antisipasi.

“Terkait penyebaran virus, saat ini kami memang masih bisa bertahan (dalam kondisi aman). Namun kemampuan kami terbatas, untuk itu kami berharap segera di evakuasi.

Semua standar operasional prosedur (SOP) yang diarahkan oleh Kemenkes, KBRI dan Kemenlu akan kami patuhi untuk keamanan kami dan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Ketua PPI Tiongkok China Nur Musyafak dalam rilisnya.

PPI Wuhan pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak akurat dan diharapkan lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi mengenai keadaan mahasiswa di Wuhan.

“Kami mengimbau seluruh rekan-rekan media yang ingin mengetahui kondisi terkini dapat menghubungi narahubung di Wuhan untuk mengonfirmasi kebenaran berita demi menghindari informasi yang kurang akurat  terkait kondisi Wuhan saat ini,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.