Mahasiswa di Kota Tasik Akan Terus Turun ke Jalan Cabut Omnibus Law

15
0
Aksi mahasiswa di depan gerbang masuk Gedung DPRD Kota Tasik, Rabu (07/10) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Aksi gabungan mahasiswa, organisasi kepemudaan dan masyarakat di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (07/10) yang berlangsung 6 jam terkait kecaman tolak omnibus law, rencananya akan dilakukan setiap hari.

Hal itu akan dilakukan massa hingga Undang-Undang Omnibus Law yang baru saja kemarin (06/10) disahkan DPR RI itu dicabut.

Hal itu seperti diungkapkan Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Tasikmalaya, Muhaemin.

“Yang jelas kami akan terus bergerak dan turun ke lapangan ketika DPR RI tak mencabut Undang-Undang Omnibus Law tersebut,” katanya kepada wartawan disela-sela aksi, Rabu (07/10) siang.

“Karena masih banyak ormas lainnya yang akan bergabung. Karena DPR tak mencabut undang-undang tersebut. Jadi harus dicabut undang-undang tersebut,” sambungnua.

Mengapa aksi akan terus dilakukan hingga undang-undang itu dicabut, karena di Undang-Undang tersebut banyak sekalin poin yang memberatkan rakyat.

Loading...

“Salah satunya seperti di bidang lahan dan pertanian soal HGU tadinya 25 tahun di aturan itu jadi 92 tahun lebih. Bayangkan saja, manusia itu belum tentu umurnya sampai 92 tahun. Lalu bagaimana dengan nasib cucu kita?” tanyanya.

Dia menegaskan, pihak mahasiswa sudah sering aksi soal penolakan Undang-Undang omnibus law tersebut. Pihaknya pun kecewa karena hal ini memang kewenangannya DPR RI.

“Disahkannya aturan itu di tengah pandemi Covid menandakan patut dipertanyakan keberpihakan DPR RI kepada rakyat. Berdalih berjuang kemanusiaan, kita lihat itu tak ada dengan apa yang sudah dilakukan DPR RI,” tegasnya. (rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.