Mahasiswa Di Kota Tasik Bakar Ban dan Blokade Jalan

72
BAKAR BAN. Aktivis PK PMII Unsil membakar ban tepat di depan gerbang DPRD Kota Tasikmalaya Kamis (29/11). Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan lantaran mereka tidak diterima langsung para wakil rakyat.

INDIHIANG – Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Siliwangi (Unsil), Kamis (29/11) mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka menyuarakan tuntutan terkait dugaan adanya instansi yang melakukan perekrutan tenaga honorer.

Sekitar pukul 10.30, massa mulai mendatangi Jalan RE Martadinata. Mereka tidak lantas masuk ke area gedung wakil rakyat. Para demonstran bergantian menyampaikan orasi. Mereka mempertanyakan fungsi pengawasan wakil rakyat yang dipandang lemah. “Mungkin tahun politik, para wakil rakyat kita sibuk sosialisasi dan kampanye,” ujar salah seorang orator M Satriani Ilham.

Mereka lalu meminta Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Agus Wahyudin turun langsung menerima kedatangan para mahasiswa. Namun, hingga aksi berlangsung sekitar setengah jam, tidak ada satu pun perwakilan menerima kedatangan mereka.

Yel-yel terus dinyanyikan seiring para orator bergantian. Hingga hampir satu jam, sekitar pukul 11.30, mereka kecewa. Tidak ada satu pun wakil rakyat yang menerima kedatangan para mahasiswa. Sontak ban bekas disimpan di depan gerbang DPRD, mereka membakarnya. Sambil bergantian kembali berorasi.

“Kenapa banyak PNS datang ke kantor hanya duduk, makan-makan. Sementara pekerjaannya malah dilimpahkan ke para tenaga honorer yang direkrut secara ilegal,” ungkap orator lainnya.

Sambil memegang spanduk kritikan, beberapa mahasiswa mulai memblokade jalan tersebut. Alhasil, arus kendaraan sempat padat. Bahkan beberapa kendaraan roda empat sempat diputar memasuki area parkir DPRD dan keluar dari gerbang lainnya, lantaran sulit berbalik arah.

Petugas keamanan semakin bersiaga. Ban yang dibakar aktivis belum padam. Beberapa mahasiswa mencoba menghalangi kendaraan berkuran besar. Orator lainnya mengancam: jika ketua DPRD tidak datang menemui mereka, maka mereka akan kembali dengan masa lebih banyak.

Namun, lagi-lagi hanya petugas keamanan yang tergabung dari kepolisian serta Satpol PP saja yang menyimak aksi tersebut, tanpa ada satu perwakilan pun dari DPRD. Mengingat beberapa anggota DPRD Kota Tasikmalaya termasuk unsur pimpinan, sedang mengikuti kunjungan kerja ke Jogjakarta. Aksi berakhir hingga sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka membubarkan diri, seraya menyerukan akan kembali dengan masa lebih banyak. Lantaran tidak diindahkan oleh wakil rakyat.

Saat diwawancarai, Korlap Aksi sekaligus Ketua PK PMII Unsil Muhaimin Abdul Basit mengaku kecewa terhadap wakil rakyat. Makanya mereka membakar ban serta memblokade jalan. “Seolah abai, ada kecacatan proses rekrutmen yang jelas melanggar aturan. Ke mana para wakil rakyat? Kita ke sini untuk mengingatkan fungsi mereka jangan membiarkan pelanggaran terjadi di tiap instansi,” bebernya kepada wartawan.

Pihaknya mendatangi DPRD untuk menyampaikan sejumlah tuntutan. Supaya DPRD menindak tegas instansi yang melakukan pelanggaran kaitan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005, ditindaklanjuti surat edaran wali kota Tahun 2005 tentang larangan pengangkatan tenaga honorer atau sejenisnya. “Karena tidak ada respon kita akan bawa kader lebih banyak lagi. Ini baru sebagian PK PMII Unsil. Kita pun akan buka kasus lainnya,” tutur dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.