Massa Desak Pemkab Buat Perda Anti LGBT

Mahasiswa: Grup Gay di Garut Bukan Hoax

218

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Aksi penolakan terhadap keberadaan lesbi, gay, biseksual dan trasgender (LGBT) di Kabupaten Garut terus bergulir.

Kali ini, aksi penolakan LGBT muncul dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Mereka tak terima jika grup facebook gay garut disebut sebagai hoaks.

“Itu bukan hoaks. Keberadaannya memang ada. Kenapa malah ditutup-tutupi, bukannya ditindak,” ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Garut Wildan Muhamad Ramdan kepada wartawan di sela-sela aksi di Bundaran Simpang Lima, Tarogong Kidul Selasa (16/10).

Berdasarkan penelusurannya, keberadaan grup gay tersebut memang ada. “Kami juga punya intel dan itu ada keberadaannya. Hoaks gimana?” paparnya.

Dari hasil penelusurannya juga dia menerima informasi bahwa LGBT yang biasa mangkal di tempat-tempat hiburan dan yang lainnya tidak keluar dulu saat ini.

“Kami dapat informasi itu dari mantan gay. Ada instruksi seperti itu (dilarang mangkal dan nongkrong) sekarang,” paparnya.

Namun dia tak mengetahui siapa pemberi instruksi tersebut. “Saya juga mempertanyakan, kok sampai ada instruksi LGBT jangan dulu mangkal. Artinya ada yang melindungi,” katanya.

Ia berharap kepolisian tegas menindak masalah LGBT. Kasus LGBT harus diusut tuntas agar tak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Apalagi data LGBT itu ada 3.300 orang. 40 di antaranya bahkan sudah terjangkit HIV,” ujarnya.

Dia mendesak pemerintah kabupaten supaya mengeluarkan peraturan daerah (perda) yang mengatur terkait masalah LGBT ini.

“Pemda dan ke­polisian jangan ha­nya diam saja dan menutupi terkait ma­salah LGBT ini, karena kalau terjadi bencana akibat ulah gay ini yang korban bukan kelompok itu saja, semua warga Garut akan terkena,” pungkasnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.