Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.8%

2.3%

0.2%

4.4%

19.6%

11.4%

0%

0.1%

0%

0%

Mahasiswa Ikut Berperan Memberantas Korupsi

35
0
TALK SHOW. Ketua STHG Tasikmalaya Dwiadi Cahyadi SH MHum (kiri) bersama narasumber saat Talk show Antikorupsi di Aula STHG Tasikmalaya Rabu (11/12). Acara ini untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia. FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya mengadakan Talk Show Antikorupsi di Aula STHG Tasikmalaya Rabu (11/12). Acara tersebut digelar dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember.

Talk Show tersebut diikuti oleh 150 mahasiswa dan pelajar SMA. Tujuannya agar generasi muda sadar dan paham bahaya laten korupsi.

Talk Show bertema Peran Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi ini turut dihadiri oleh Staf Analisis Konsultasi Bantuan Hukum dan HAM Setda Kota Tasikmalaya Epi Mulyana SH MH, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Leo Jimmi Agustinus SH MH dan lainnya.

Ketua STHG Tasikmalaya Dwiadi Cahyadi SH MHum mengatakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini dijadikan momentum agar mahasiswa dan pelajar sebagai generasi muda yang nantinya memegang tongkat estafet kepemimpinan bisa memiliki jiwa antikorupsi. Jadi kegiatan ini sangat penting. Ke depannya korupsi dapat diberantas. Ini juga semacam proteksi sehingga terhindar dari masalah korupsi

“Talk show ini sebagai peringatan Hari Antikorupsi Internasional bukan sekadar acara seremonial, namun ingin menumbuhkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat mengenai bahaya korupsi,” katanya.

Dengan bertambahnya pengetahuan mahasiswa tentang bahaya korupsi dan cara mencegah tindakan korupsi, nantinya mereka bisa menyosialisasikan wawasan tersebut kepada masyarakat. “Dengan pengetahuan ini, paling tidak bisa menghindari perilaku koruptif,” ujarnya.

Dirinya juga menyarankan kepada mahasiswa agar peduli adanya suatu proses. Artinya tidak menghalalkan segala cara dalam kegiatan perkuliahan sampai sarjana, namun harus ditempuh dengan cara yang baik.

Sebab, salah satu bibit perilaku koruptif adalah adanya ketidakpedulian terhadap suatu proses dan hanya mengutamakan hasil. Maka, pencegahannya adalah menghargai proses. “Mulai hari ini tanamkan sikap dan jiwa kita masing-masing dalam menghargai proses,” katanya.

Presiden Mahasiswa STHG Tasikmalaya Najma Marriah Al Makkata menjelaskan, salah satu peran generasi muda di masa depan yakni pencegahan korupsi. Makanya, peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini melibatkan mahasiswa dan pelajar. Harapannya mahasiswa dan pelajar dapat mengetahui apa itu korupsi dan bagaimana menghindarinya.

“Tentunya Hari Antikorupsi International harus dibudayakan, agar generasi muda memahami pencegahan tindakan korupsi yang merugikan negara ini,” ujarnya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Leo Jimmi Agustinus SH MH menjelaskan korupsi adalah penyalah- gunaan jabatan resmi untuk kepentingan pribadi, sesuai dengan revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian negara,” katanya.

Leo menyarankan, kepada generasi milenial agar menggunakan disiplin waktu sehingga ketika dipercaya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tidak korupsi. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.