Mahasiswa Implementasikan Program Kesehatan

85
0
foto-foto: soni tarsoni / rakyat garut PENGHARGAAN. Dosen pembimbing KKG E.V. Rilla (dua kanan) usai menyerahkan cinderamata kepada kepala Puskesmas dan kepala desa Linggamukti.
Loading...

SUCINARAJA – Sebanyak 39 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut Program Studi (Prodi) Profesi Ners melaksanakan stase keperawatan di Desa Linggamukti Kecamatan Sucinaraja. Kegiatan itu dimulai awal November. Puncaknya, pada 19 dan 22 Desember 2019 dilaksanakan Gebyar Komunitas Keluarga Gerontik (KKG).

Ketua Program Studi (Prodi) Profesi Ners STIKes Karsa Husada Garut Iin Fatimah SKep, Ners.MKep mengatakan program tersebut merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya yakni pengabdian kepada masyarakat. “Secara garis besarnya kita menginduk kepada program peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Ketua Prodi Profesi Ners dan mahasiswa STIKes Karsa Husada Garut , kepala desa Linggamukti dan Kepala puskesmas garawangsa Poto bersama dengan peserta Khitan khitan baru baru ini

Kegiatan tersebut juga merupakan bentuk inovasi mahasiwa dan dosen untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, baik secara fisik maupun secara psikologi. “Ini adalah salah satu implementasi Program Profesi Ners,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Stase Keperawatan Komunitas Keluarga Gerontik Ns. E.V.Rilla MKep mengatakan Gebyar Program KKG dilaksanakan mulai 19 Desember dengan pelaksanaan khitan kadedeuh. Sedangkan pada 21 Desember puncak acara diadakan jalan sehat, senam germas, pemerikasaan darah gratis, termasuk pemeriksaan gula darah dan asam urat. “Selain itu ada hiburan dan doorprize sebagai ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Linggamukti,” ujarnya.

Kepala Desa Linggamukti Rika Sugiarti mengapresiasi kegiatan KKG yang diadakan STIkes Karsa Husada Garut. Menurut dia, kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam hal penyuluhuan tentang kesehatan. “Seperti khitan kadeudeuh ini, sangat membantu masyarakat terutama yang mempunyai anak tetapi terkendala keterbatasan ekonomi,” katanya

Selain itu, masyarakat bisa lebih paham tentang cara hidup sehat. Sebab pada kegiatan stase keperawatan mahasiswa dan para penyuluh kesehatan menyosialisasikan mengenai stunting dan pengelolaan sampah. “Para mahasiswa rutin mengecek tensi darah, terutama para lansia,” ujarnya. (son)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.