Mahasiswa IPB Menciptakan Biskuit Ikan Lele

107
0
BAHAN BISKUIT. Ikan lele menjadi bahan pembuatan biskuit. Mahasiswa IPB membuat biskuit lele yang bermanfaat bagi lansia.

Pencegah Alzheimer, Mempertahankan Fungsi Kognitif Lansia

Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia IPB menciptakan biskuit ikan lele. Makanan tersebut digunakan sebagai pencegah Alzheimer.

Para mahasiswa itu adalah Nunung Cipta Dainy, Clara Meliyanti Kusharto, Siti Madanijah dan Martina Wiwie Setiawan Nasrun. Mereka konsen pada masalah lanjut usia (lansia) di Indonesia. Keempat mahasiswa IPB ini melihat mayoritas lansia menderita demensia atau pikun.
Namun, setelah dilihat ter­nya­ta sebanyak 50-70 persen dari semua kasus demensia disebabkan oleh penyakit Alzheimer. Umumnya, mereka mengalami penurunan kemampuan fungsi otak secara berangsur-angsur, hingga kehilangan kemandirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Makanya, diperlukan ber­bagai upaya untuk menekan terjadinya Alzheimer yang tidak hanya ditujukan bagi lansia namun juga bagi pralansia,” ujar Clara kepada Radar Bogor (Group Radar Tasikmalaya).
Dia menjelaskan salah satu faktor risiko yang menyebabkan demensia adalah dislipidemia. Menurutnya, kondisi dislipi­demia akan memicu terjadinya stres. Kemudian akan terjadi pem­bentukan neurofibrillary tangles yang menghambat proses transfer informasi sel neuron, sehingga menyebabkan kematian pada sel neuron. “Oleh karena itu, kondisi dislipidemia sedapat mungkin harus dihindari oleh lansia,” ujarnya.
Dikatakannya, gaya hidup merupakan faktor risiko penurunan kognitif yang dapat diantisipasi dengan mencegah terjadinya dislipidemia pada lansia. Salah satu upaya pencegahan tersebut adalah dari diet atau pola makan. “Pemberian biskuit dan minyak ikan lele dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” katanya.
Masih kata Clara, biskuit ikan lele mempunyai kandungan yang berbeda dengan biskuit lainnya. Seperti kandungan proteinnya yang mencapai 18.04 persen, kandungan SFA sebesar 26,48 persen, MUFA 32,53 persen, dan PUFA 19,76 persen. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian biskuit dan minyak ikan lele mampu memperbaiki profil lipid dan mempertahankan fungsi kognitif lansia.
“Penurunan fungsi kognitif dapat dicegah dengan memperbaiki kecukupan energi, protein dan menambah asupan asam lemak essensial. Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam upaya meningkatkan status gizi lansia,” tandasnya. (yuz/jpg/jpc)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.