Mahasiswa Kota Banjar Peduli Korban Bencana

56
0
PEDULI. Presiden Mahasiswa BEM STISIP BP Banjar Kresty Amelania Putri meninjau salah satu korban longsor di Dusun Pangasinan Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang.
PEDULI. Presiden Mahasiswa BEM STISIP BP Banjar Kresty Amelania Putri meninjau salah satu korban longsor di Dusun Pangasinan Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang.

PADAHERANG – Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Pangasinan Desa Pasirgeulis Kecamatan Padaherang Selasa (27/10) dini hari mengundang keprihatinan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Bina Putera Banjar pun menggelar aksi peduli. Mereka menyambangi rumah para korban.

“Melalui program STISIP CARE, kami dari BEM Kabinet BISA pasca kejadian itu langsung membuka donasi bantuan kemanusiaan dengan mengajak para mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya yang ada di Kota Banjar agar peduli terhadap sesame, khususnya para korban bencana,” ujar Presiden Mahasiswa BEM STISIP BP Banjar Kresty Putri, Minggu (1/11).

Dia mengatakan hasil donasi yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang terdampak atau yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan berupa uang, sembako, makanan siap saji, pakaian layak pakai serta masker dan hand sanitizer.

Baca juga : Open Bidding, 21 Pejabat Siap Tes Rebutan 7 Kursi OPD Kota Banjar

Ia menyampaikan tujuannya donasi bantuan supaya mahasiswa sebagai kaum muda dan generasi penerus bangsa, turut serta meringankan beban masyarakat dan memberikan manfaat bagi lingkungan, khususnya pada korban banjir dan tanah longsor.

“Untuk beberapa hari ke depan kami juga akan terus menyalurkan bantuannya untuk bencana alam. Kami juga menyampaikan duka cita kepada korban yann meninggal dunia akibat musibah bencana alam itu, semoga dua korban meninggal diterima di sisi Allah dan semoga keluarga yang ditinggalkan bisa lebih sabar dan ikhlas,” katanya.

Dia mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan dan alam. Bencana terjadi tidak luput juga dari tangan nakal manusia. “Musibah ini kita ambil hikmahnya sebagai pelajaran bagi kita semua untuk saling mengerti antara alam dan manusia agar sama-sama bisa menjaga sesama makhluk ciptaan tuhan,” ujarnya.

Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu itu mengakibatkan sejumlah kerusakan. Salah satunya menyebabkan rumah milik seorang warga ambruk dan menewaskan dua orang penghuninya. Kedua korban adalah pasangan suami istri Irut (70) dan istrinya Sunarsih. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.