Mahasiswa Minta Pemkot Tasik Sikapi Omnibuslaw, Tangani Covid-19 Jangan Setengah Hati

107
0
SUARAKAN ASPIRASI. Mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tasikmalaya membacakan aspirasi di depan Bale Kota Tasikmalaya Jumat (1/5). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Sejumlah titik sentral di Kota Tasikmalaya dipasangi spanduk berisikan aspirasi para mahasiswa. Di momen Hari Buruh, Jumat (1/5), mereka menyerukan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.

Spanduk yang bertuliskan seperti menagih janji wali kota menolak omnibuslaw, perhatikan buruh/pekerja. Spanduk-spanduk itu terpampang di pagar Alun-alun, Tugu Asmaul Husna, pagar DPRD serta Bale Kota.

Baca juga : PSBB di Kota Tasik Berlaku untuk Seluruh Kecamatan

Isinya mengingatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar serius menyikapi persoalan buruh dan juga dampak dari pandemi Covid-19.

“Kami pun mendatangi kantor wali kota sebagai puncak rangkaian aksi ini. Hendak beraudiensi, menagih janji Pemkot yang akan bersikap terhadap pemerintah pusat menyikapi omnibuslaw,” kata

Koordinator Aliansi BEM Tasikmalaya Fajar Reza saat ditemui di Bale Kota.

Namun dari Pemkot tidak ada satu pun pejabat yang menerima kedatangan mahasiswa tersebut. Mahasiswa pun akan melakukan aksi lanjutan supaya Pemkot segera mengindahkan tuntutan mahasiswa. “Persoalan buruh semakin parah dengan adanya 4.000 pekerja PKH dan dirumahkan, dampak mewabahnya Covid-19,” kata dia.

Reza menilai upaya Pemkot bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terlihat masih setengah hati.

Melihat tidak adanya ketegasan ketika realitas yang terjadi akan adanya kerumunan di sejumlah titik sentral. “Ini butuh kejelasan, sejauh mana Pemkot fokus melindungi masyarakatnya. Termasuk dari hal kepedulian dengan memperhatikan para buruh yang terdampak,” keluh dia.

Perwakilan BEM Unsil Tasikmalaya Jaka Pria Purnama mengatakan perlu adanya timbal balik antara pemerintah dengan rakyat.

Ketika pemerintah meminta masyarakat diam di rumah dan segala hal berkenaan protokol kesehatan, di sisi lain Pemerintah juga harus mendengar rakyat.

“Salah satunya aspirasi kami kaitan penolakan omnibuslaw. Kami tagih wacana Pemkot yang akan turut bersikap akan kebijakan itu terhadap pusat,” kata dia.

“Kami pun mendorong Pemkot fokus menangani Covid dan dampaknya. Sebab, tidak dimungkiri saat ini sudah banyak rakyat menderita karena wabah, kapan aksi nyata pemerintah hadir menangani itu,” sambungnya.

Baca juga : Kapolres: Peta Lalin PSBB Kota Tasik yang Tersebar di Warga Itu Hoax!!

Sementara itu, salah seorang petugas keamanan bale kota yang enggan disebutkan namanya mengatakan tidak ada satu pun pimpinan berada di kantor. Selain tanggal merah, juga sebelumnya tidak ada konfirmasi dari pimpinan kaitan merespons adanya kunjungan para mahasiswa.

“Pak Wali sejak pagi belum ke kantor. Apalagi ini kan kalender merah. Pimpinan tadi sudah menawarkan supaya rekan mahasiswa me-reschedule pertemuannya,” kata dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.