Mahasiswa Sambut Langkah Dewan Ciamis Soal Ini..

26
0
Hilmi Aminudin Ketua KAMMI Kabupaten Ciamis & Aos Firdaus Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis
Loading...

CIAMIS – Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kabupaten Ciamis Hilmi Aminudin menilai langkah Komisi D DPRD Ciamis yang akan memanggil Dinas Pendidikan terkait ambruknya atap sekolah dasar sebagai langkah tepat, karena

kejadian serupa lebih dari sekali. Tentunya, catatan hasil evaluasi tersebut harus diikuti langkah cepat untuk perbaikan sekolah-sekolah yang ambruk tersebut.

“Serta harus jadi catatan bagi dinas terkait dalam pengalokasian dan penggunaan anggaran pembangunan sekolah agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujar Hilmi, Selasa siang (12/1).

Yang tak kalah penting, kata Hilmi yaitu harus ada pendataan secara menyeluruh mengenai kondisi sekolah yang memakai atap rangka baja ringan. Terutama yang atapnya memakai genting tanah liat.

“Persoalannya beban berat ditambah hujan terus menerus, secara otomatis atap tersebut berat menahan beban sehingga baudnya longgor dan bisa saja ambruk,” kata dia.

Loading...

Baca juga : Puskesmas Cipaku Ciamis Gelar Simulasi Vaksinasi

Dia berharap pertemuan antara Komisi D dengan Dinas Pendidikan menghasilkan solusi sehingga ke depan tidak ada lagi atap sekolah ambruk.

“Sebelum (pembelajaran) tatap muka, tentunya bangunan sekolah harus benar-benar aman dan nyaman, harus ganti atapnya pakai yang ringan. Jangan genting tanah liat karena bebannya terlalu berat,” ujarnya menyarankan.

Dalam wawancara terpisah, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis Aos Firdaus menyarankan ada evaluasi menyeluruh soal bangunan-bangunan sekolah.

“Tentunya dengan DPRD Ciamis mau memanggil Disdik tepat sekali, karena harus meminta klarifikasi persoalan tersebut. Selain itu DPRD harus menekankan agar memang dikaji ulang masalah penggunaan lagi baja ringan untuk bangunan sekolah, apakah memang speknya yang salah atau peruntukannya salah: yang tadinya atapnya pakai multi roof, namun malahan pakai genting,” ujarnya.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran ke depannya agar bisa diminimalisir mengenai kejadian sekolah yang roboh,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa, sebelumnya, mengaku prihatin atas bertambahnya atap bangunan sekolah di Kabupaten Ciamis yang ambruk. Dalam waktu dekat, Komisi D akan memanggil dinas terkait. Termasuk Dinas Pendidikan.

Menurut Syarif, atap bangunan sekolah yang ambruk menggunakan rangka baja ringan. Terakhir yaitu SDN 2 Janggala Kecamatan Codolog, Minggu (10/1).

Atap bangunan SDN 2 Janggala, kata Syarif, berbahan baja ringan dan menggunakan genting tanah yang bebannya berat. Secara logika, kata Syarif, kalau atap baja ringan memakai atap yang berat, maka lambat laun akan ambruk.

“Jadi dengan beberapa runtutan kejadian SD banyak yang roboh, kami akan meminta keterangan atau konfirmasi dalam waktu dekat ini ke dinas terkait yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis,” ujar Syarif, Senin siang (11/1).

Kembali robohnya atap bangunan sekolah dasar, kata Syarif, jangan dianggap main-main, karena menyangkut jiwa manusia.
“Coba kalau robohnya saat anak belajar mengajar, kebayang pasti banyak korban jiwa,” ujarnya.

“Saya ingin persoalan ini dikaji serius untuk semua rangka baja ringan atapnya diganti pakai multi roof. Harus cepat ditangani dari sekarang,” kata politisi senior ini tegas.

Syarif menjelaskan, memang saat ini kondisi musim hujan dan jika dikaitkan bencana alam, ambruknya atap-atap sekolah, bisa dia pahami. Namun, apakah ada atap rangka baja ringan yang menggunakan multi roof ambruk? Dia belum pernah mendengarnya.

“Pokoknya ini harus dievaluasi dan diaudit semuanya,” ujarnya.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Enang Kusmana mengenai permintaan DPRD agar meminta laporan dari sekolah-sekolah yang menggunakan atap baja ringan, saat ini pendataan masih berjalan. Termasuk tahun pembangunan atap sekolah menggunakan rangka baja ringan atau kayu.

“Jadi kami masih pendataan dulu,” ujarnya.

Adapun berdasarkan laporan yang pihaknya terima, atap SDN 2 Janggala Kecamatan Codolog yang ambruk dua hari lalu, karena sudah baja ringan sudah berusia 11 tahun.

“Berarti umur ekonomisnya sudah habis ditambah saat ini musim hujan terus menerus, kami sudah layangkan surat ke sekolah-sekolah agar meningkatkan kewaspadaan,” kata dia menjelaskan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.