Mahasiswa Stikes BTH Teliti Tanaman Obat

231
0
SIAP BERKARYA. Dosen Stikes BTH Tasikmalaya Lusi Nurdianti MSi Apt (tengah) foto bersama mahasiswa yang mengikuti PKM-PE dari Kemenristekdikti Senin (8/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada (Stikes BTH) Tasikmalaya mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang digelar Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Program tersebut dapat menumbuhkan potensi mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajari di perkuliahan untuk masyarakat luas. Sebanyak sembilan mahasiswa dari program studi S1 Farmasi dan D3 Analisis Kesehatan dibagi menjadi tiga kelompok.

Dosen Bidang Teknologi Farmasi dan Pembimbing PKM-PE Stikes BTH Tasikmalaya Lusi Nurdianti MSi Apt menjelaskan pengembangan ilmu pengetahuan yang didapat di ruang kelas bisa menciptakan penelitian hasil produk karya nyata. “Jadi, kegiatan PKM-PE dari Kemenristekdikti membuat mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang ada di kelas dan praktik laboratorium untuk menjadikan penelitiannya bermanfaat,” katanya.

Penelitian ini tak sekadar mengejar prestasi, namun dari hasil penelitiannya bisa mengembangkan tanaman dan buah yang sebelumnya tidak berpotensi, menjadi kaya manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Ke depannya, penelitian dari mahasiswa Stikes BTH Tasikmalaya bisa diajukan menjadi produk paten. Sehingga, dapat bekerja sama dengan industri-industri farmasi, dengan begitu produknya tersebut bisa diedarkan untuk masyarakat luas,” ujar dia.

Saat ini pihaknya fokus untuk mempersiapkan monitoring dan evaluasi (monev). “Selama 5 bulan persiapan intensif uji laboratorium untuk mendapatkan data penelitian yang diajukan lomba tersebut,” katanya.

Ketua PKM-PE S1 Farmasi Stikes BTH Tasikmalaya Fauzi Juniawan menyatakan dalam penelitiannya mengangkat tema daun handeuleum atau daun ungu untuk penurun panas pada usia 1-6 tahun.

Loading...

Menurut dia, daun handeuleum menarik dibuat penelitian di PKM-PE karena berkhasiat untuk pengobatan berbagai penyakit, salah satunya demam pada anak usia dini.

“Saya bersama anggota Sindi Hermaawati dan Farha Lestari meneliti tentang daun handeuleum untuk mengurangi dampak negatif dari penyakit demam tersebut. Maka demam bisa diobati dengan daun handeuleum yang sudah dimodifikasi dengan pembuatan pact transdermal (perekat yang mengandung senyawa obat, Red) agar mudah digunakan pengobatan,” katanya.

Ketua PKM-PE S1 Farmasi Stikes BTH Tasikmalaya Tina Agustini menjelaskan, kelompoknya meneliti kurma muda untuk membantu menyuburkan kandungan pada perempuan. “Berdasarkan penelitian kami, kurma muda tersebut, terdapat senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh yakni polifenol (senyawa menjaga kualitas rahim wanita, Red),” ujarnya.

Ketua PKM-PE D3 Analisis Kesehatan Stikes BTH Tasikmalaya Ervina Fauzia Riyanto menerangkan, kelompoknya meneliti bunga telang sebagai daya penghambat bakteri paktogen (perusak pangan). Bunga telang dapat menjaga makan agar tetap terjaga gizi makanan tersebut.

“Di dalam bunga telang terdapat antimikroba sebagai obat tradisional dan menjaga makanan lebih tahan lama. Makanya kami meneliti tentang aktivitas antibakteri yang dihasilkan ekstrak etanol dari bunga telang terahadap bakteri perusak pangan,” ucapnya. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.