Mahasiswa Uniga Bisa Magang di Perusahaan BUMN

125
0
FOKUS. Mahasiswi Universita Garut saat mengikuti perkuliahan. Saat ini, mahasiswa Uniga bisa mengikuti seleksi magang di perusahaan BUMN.

TAROGONG KALER – Mahasiswa Universitas Garut (Uniga) kini bisa melaksanakan magang di beberapa perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu karena Uniga melakukan kerja sama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) yang merupakan forum perkumpulan perusahaan BUMN.

“Progran magang ini merupakan implementasi kerja sama antara Uniga dengan FHCI,” ujar Wakil Rektor Uniga Bidang Kemahasiswaan Dr Gugun Geusan Akbar MSi dalam rilis yang diterima Rakyat Garut, Minggu (21/7).

Uniga merupakan satu dari 250 perguruan tingi yang telah melakukan kerja sama dengan FHCI. Dengan kerja sama ini para mahasiswa Uniga bisa mengikuti seleksi program magang di perusahaan BUMN. “Tahun ini dibuka untuk 5.000 mahasiswa dalam program magang ini,” ujarnya.

Gugun menerangkan dengan mengikuti program magang, nantinya para mahasiswa memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang telah diakui negara-negara di ASEAN. Selain itu, mahasiswa peserta magang juga mempunyai kesempatan besar bisa direkrut menjadi karyawan tetap di perusahaan BUMN. “Selama proses magang mereka mendapat honor yang cukup baik sesuai ketentuan di perusahaan,” katanya.

Dalam seleksi magang, mahasiswa Uniga yang lolos ada 21 orang dari berbagai fakultas. “Mereka ditempatkan di tujuh perusahaan BUMN,” katanya.

Rektor Uniga Dr Ir H Abdusy Syakur Amin MEng mengatakan mahasiswa yang mendapatkan kesempatan magang di perusahaan BUMN merupakan bukti nyata pembelajaran di Uniga diakui. “Ini kesempatan yang langka dan sangat berharga. Saya harap para mahasiswa dapat memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini, karena mahasiswa bisa melihat dan mengambil ilmu secara langsung tentang good governance atau tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.

Dia menambahkan program tersebut menunjukkan gambaran perkuliahan Uniga yang berbasis link and match atau penggalian kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja. Dia berharap ada komunikasi yang lebih intens antara Uniga dan BUMN, sehingga secara langsung ataupun tidak bisa lebih memberikan kontribusi bagi pembangunan BUMN.

Menurut Syakur, meski kerja sama hanya terkait program magang, tidak menutup kemungkinan ada celah kesempatan untuk direkrut menjadi pegawai tetap BUMN. “Ya kita berdoa selama proses magang bisa terjalin komunikasi yang baik antara mahasiswa dengan BUMN,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.