Presma-Ormawa Audiensi dengan Pihak Rektorat

Mahasiswa Unigal Turun Berdemo

308
0
Loading...

CIAMIS – Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) mengkritisi kampusnya. Ada yang turun ke jalan berdemonstrasi. Ada juga yang beraudiensi dengan pihak rektorat. Mereka bergerak di hari sama: Rabu (23/5).

Rabu (23/5) pukul 10.00, mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Pengawal Demokrasi (AMPD) Jilid II bergerak ke depan Gedung Rektorat Unigal. Mereka menyuarakan aspirasinya. Dikomandoi Ahmad Farhanudin, mereka mempertanyakan spanduk pernyataan sikap yang dicopot di dekat GOR Unigal dan tuntutan agar pemilihan rektor dilaksanakan transparan, demokratis, jujur dan adil.

Mahasiswa lalu masuk ke dalam gedung Rektor. Namun sempat dihadang karyawan Unigal. Spontan terjadi aksi saling dorong. Adu argumen dengan nada keras. Kericuhan itu hanya sebentar. Rektor Unigal Drs Yat Rospia Brata MS sempat mengajak mahasiswa beraudiensi. Namun ditolak. Massa pergi. Meninggalkan gedung rektorat.

Selang sekitar satu jam setelah massa AMPD II berdemo, Presiden Mahasiswa Unigal Ade Apipudin bersama organisasi mahasiswa (ormawa) beraudiensi dengan pihak rektorat. Mereka menyuarakan dua hal: Membahas masalah transparansi dugaan penyalahgunaan dana di Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Unigal dan demokrasi pemilihan rektor.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa Pengawal Demokrasi (AMPD) Jilid II Ahmad Farhanudin menjelaskan kedatangannya ke rektorat murni aksi dan tidak ada kaitannya dengan audensi yang dilakukan Presiden Mahasiswa Ade Apipudin dan Ormawa yang di dalamnya membahas dugaan penyalahgunaan dana di Fikes. AMPD II murni bersuara soal pemilihan rektor dan mempertanyakan spanduk pernyataan sikap yang dicopot di dekat GOR Unigal. “Jadi kami bukan audensi menyatakan sikapnya masalah tersebut,“ ucapnya.

loading...

AMPD II, kata Ahmad Farhanudin, akan terus mengawal pemilihan rektor Unigal agar berjalan secara demokratis, transparan, jujur dan adil.

Mereka menuntut panitia pemilihan rektor menegakkan aturan aturan, bekerja secara profesional, netral dan independen dalam melaksanakan penjaringan, transparan dalam melakukan proses penjaringan dan seleksi serta menjalankan tugas secara objektif. “Enam tuntutan itu yang kami aksikan. Tidak ada kaitannya dengan yang audensi,“ tegasnya.

Sementara itu Presiden Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) Ade Apipudin menjelaskan audensi dengan rektorat sama misinya tentang penegakan demokrasi tentang pemilihan rektor dan lainnya. Pihaknya, melakukan kajian dengan rekan- rekan mahasiswa lainnya dan juga Ormawa bahwasanya pihaknya bukan hanya menjungjung tinggi tentang pemilihan rektor akan tetapi mengedepankan tentang kasus Fikes yang diduga terjadi penggelapan uang. “Saya tahu kasus ini udah beredar dari tahun 2017,” paparnya.

Ade membantah audiensi sebagai tandingan aksi AMPD II. Dia mengaku mendukung aksi rekan-rekannya itu. Karena mereka juga peduli terhadap Unigal.

Bagaimana dengan kasus dugaan penyalahgunaan dana di Fikes? Menurutnya, harus ada transparansi dugaan penggelapan dana di Fikes yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 11 miliar.

”Kami juga menginginkan kepada pihak yayasan dan pihak rektorat agar mengusut tuntas kasus Fikes,” tegasnya kepada wartawan.

Rektor Unigal Drs Yat Rospia Brata MS menyambut baik audiensi dengan mahasiswa. Termasuk soal pembahasan dugaan penggelapan dana di Fikes.

Menurutnya, dalam kasus dugaan penggelapan dana tersebut, sudah ada yang mendekam di tahanan. Inisial My. “Bahkan kami juga telah berapa kali memanggil Dekan Fikes hampir dua kali tetapi tidak kunjung datang dengan alasan yang tidak jelas,“ terangnya kepada wartawan.

Sementara itu saat Radar mencoba mengkonfirmasi ke pihak Fikes, dekannya, kemarin, tidak ada ditempat. Saat dihubungi, nomor hape dekannya pun tidak aktif.

Ketua Tim Penjaringan Rektor Unigal H Dudung Muyadi SH MH menjelaskan dalam penjaringan calon rektor, pihaknya bekerja sudah statuta. Sampai saat ini sudah ada tiga bakal calon rektor yang mendaftar. Yaitu Dr Yagus Triana, Dr Awang Kustiawan dan Dr Yat Rospia Brata yang saat ini masih menjabat rektor Unigal.

Nantinya, panitia akan melakukan verifikasi administrasi. Hasilnya, akan dilaporkan kepada pihak yayasan. ”Tahapan berikutnya kami akan melakukan penjaringan atau pemilihan melalui pemungutan suara di tingkat senat (universitas, Red),“ terangnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.