Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Mahasiswa UPI Tasik Luncurkan Buku

178
0

TASIK – Mahasiswi Universitas Negeri Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya Dini Apriliani meluncurkan buku Anak Hebat Tertib Lalu Lintas. Buku yang di-launching 24 Juli lalu ini mengenalkan tentang tertib lalu lintas untuk anak usia 5 hingga 6 tahun.

Dini Apriliani mengatakan, ia sudah belajar menulis sejak SD. Ketika mengenyam pendidikan di UPI, Dini mulai memberanikan diri meluncurkan sebuah buku.

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aksara Sastra ini mengatakan, ketertarikannya terhadap seni menulis bukan tanpa alasan. Selain bisa mencurahkan gagasannya, juga mengedukasi para pembaca bukunya.

“Awal mulanya cuma menceritakan hal-hal yang sifatnya emosional di diary, tapi dulu enggak rutin. Pas udah kuliah saya mulai rutin menulis,” ujar mahasiswi tingkat akhir ini.

Melalui karyanya, perempuan berusia 22 tahun ini kerap menuliskan doa dan harapannya. Ia termotivasi untuk mengenalkan profesi guru pendidikan anak usia dini (PAUD). “Perjalanan menulis ada suka dan dukanya. Pengerjaannya buku pertama saya ini tidak sampai satu minggu karena isinya banyak gambar,” paparnya.

Melalui buku yang diluncurkannya, ia berharap bisa membuat anak-anak cerdas berlalu lintas sejak dini, karena belajar tidak harus di dalam kelas.

Meskipun keluarganya tidak ada yang memiliki latar belakang penulis, namun ia optimis bisa menjadi penulis hebat makanya ia berencana menerbitkan buku selanjutnya yang berjudul Muara Sunnahku, Akulah Istri Pilihan Itu, dan yang lainnya.

Dalam bukunya, Dini banyak mengangkat cerita mahasiswa dan profesi guru PAUD. Menurutnya, profesi seorang guru PAUD itu banyak sisi menarik yang bisa digali. Ia bertekad merubah stigma negatif yang melekat pada guru PAUD mulai dari segi kesejahteraan hingga jenjang karir.

Dalam menulis sebuah buku, Dini mengaku kerap dihinggapi rasa malas. Untuk membangun semangat, ia mengingat tokoh-tokoh inspiratif seperti Asma Nadia dan Oki Setiana Dewi.
Besar harapannya semangat positif berkarya dengan menulis bisa ditularkan kepada mahasiswa lainnya

“Untuk adik tingkat, saya ingin mengatakan bahwa guru PAUD suatu pekerjaan yang mulia, suatu pilihan. Setiap detik itu untuk dikenang, dan dengan menulis menyimpan itu semua,” tandasnya. (mg2)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.